Wisata Religi Dan Pendidikan Di Masjid Agung Jawa Tengah

0
142
wisata religi dan pendidikan di Masjid Agung Jawa Tengah
Foto : simas.kemenag.go.id

Ekspose.IDWisata religi dan pendidikan di Masjid Agung Jawa Tengah atau lebih tepatnya berada di Kota Semarang. Masjid ini termasuk ke dalam masjid terbesar di Indonesia. Bangunan yang luas, megah, dan unik merupakan ciri khas dari masjid ini.

Populernya wisata Masjid Agung di kalangan masyarakat membuat masjid menjadi salah satu ikon dari Kota Semarang hingga saat ini. Bahkan popularitas MAJT sudah sampai ke telinga beberapa orang di luar negeri.

Sehingga banyak wisatawan dalam kota ataupun luar kota yang sering datang mengunjungi Masjid Agung. Kadang turis asing juga ikut berkunjung ke kawasan Masjid Agung karena merasa tertarik dan penasaran dengan bangunannya.

Besarnya kapasitas masjid utama bisa menampung sebanyak 15.000 orang jamaah dan pada bagian halaman utama masjid bisa menampung hingga 10.000 orang jamaah. Dari kapastitas tersebut sudah bisa terbanyangkan seberapa besar bangunan Masjid Agung.

Berjalan-jalan Melihat Detail Bangunan MAJT

Wisata religi dan pendidikan di Masjid Agung Jawa Tengah sangat memikat banyak wisatawan untuk datang mengunjungi obyek wisata ini. Hal tersebut karena masjid memiliki bangunan yang megah dan unik sehingga berbeda dengan masjid pada umumnya.

Arsitektur khas Jawa, Arab dan ada juga Roma yang saling berpadu dalam bangunan masjid. Pada dasar tiang masjid menggunakan sentuhan motif batik yang menjadi ciri khas adat Jawa. Dengan melihat tiang masjid sudah tergambar keunikan bangunan dari masjid ini.

Untuk bagian dinding masjid pembangun memberikan sentuhan ukiran kaligrafi yang cantik khas dari Timor Tengah. Sedangkan desain interior masjid sendiri menggunakan gaya arsitektur khas Roma.

Selain itu juga terdapat payung hidrolik raksasa yang berada di depan masjid utama. Payung hidrolik raksasa ini yang menjadi keunikan dari Masjid Agung selain dari bangunan masjid sendiri.

Payung raksasa yang berada di kawasan masjid ini bisa dengan otomatis terbuka ataupun tertutup sendiri. Penggunaan payung hidrolik raksasa di Masjid Agung terinspirasi dari payung raksasa yang berada di Masjid Nabawi, Arab Saudi.

Tidak hanya dapat menikmati keunikan dan kemegahan dari masjid saja, masih ada beberapa fasilitas lain yang tersedia untuk pengunjung yang datang. Masyarakat mengfungsikan MAJT yang utama untuk kepentingan beribadah umat Islam.

Namun dengan adanya fasilitas lain yang tersedia, maka Masjid Agung Semarang ini juga menjadi wisata religit, pusat pendidikan, dan juga pusat syiar Islam baik untuk masyarakat Semarang ataupun di luar Semarang.

Wisata religi dan pendidikan di Masjid Agung Jawa tengah yang unik nan megah juga memiliki sejarah tersendiri dari awal berdiri hingga masih kokoh seperti saat ini. Tidak lengkap bukan jika berkunjung tanpa mengetahui sejarah dari masjid.

Berkeliling MAJT Semarang Yang Bersejarah

Masjid Agung berada di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur. Para wisatawan yang datang dengan mudah menjangkau obyek wisata ini karena letaknya yang strategis.

Awal pembangunan masjid pada tahun 2001 hingga akhirnya terselesaikan tahun 2006. Kemudian peresmian Masjid Agung terlaksana tanggal 14 November 2006. Bapak Presiden ke-6 yang bernama Bapak Susio Bambang Yudoyono secara langsung menandatangani dan meresmikan Masjid Agung di Kota Semarang.

Sebagai bentuk dari peresmian MAJT Kota Semarang, pemerintah provinsi mendatangkan langsung prasasti dari lereng Gunung Merapi berupa batu alam setinggi 3,2 meter, prasasti inilah yang berisi peresmian dari MAJT.

Bangunan masjid berdiri di atas tanah wakaf milik dari Ki Ageng Pandanaran II selaku Bupati pertama Kota Semarang. Tanah wakaf tersebut memiliki luas 119 hektare. Namun tanah tersebut sempat menjadi sengketa karena ada orang lain yang merasa memiliki hak atas tanah tersebut.

Dan oleh perusahaan besar multinasional melakukan tukar guling atas tanah wakaf seluas  119 hektare tersebut kepada investor luar negeri. Namun Gubernur Jawa tengah saat itu yang bernama Bapak Mardiyanto memberi dukungan dan membantu menyelesaikan masalah sengketa tanah wakaf tersebut.

Atas dukungan dan bantuan dari Bapak Gubernur, tanah wakaf seluas 119 hektare batal menjadi milik orang lain. Yang kemudian melakukan peletakan batu pertama sebagai wujud rasa syukur atas kembalinya tanah wakaf tersebut pada tahun 2002.

Sehingga Masjid Agung dapat terbangun dengan lancar dan berdiri kokoh serta unik nan megah hingga sekarang. Di dalam kawasan wisata MAJT terdapat pula beberapa fasilitas lain seperti perpustakaan, ruang akad nikah, auditorium, hingga kafe

Fasilitas  Dan Benda Unik Yang Tersedia Dalam Kawasan Masjid Agung

Masjid terbesar di Semarang ini juga memiliki menara dengan tinggi 99 meter yang terdiri dari 19 lantai, manra ini memiliki nama Menara Asma’ul Husna atau orang juga menyebutnya dengan nama Al Husna.

Wisata religidan pendidikandi Masjid Agung Jawa Tengah sangat menarik dan lengkap dengan tersedianya beberapa fasilitas untuk wisatawan mengunjungi obyek wisata ini. Dalam area masjid juga terdapat 2 benda bersejarah yang tidak kalah unik

Mushaf Al-Quran terbesar

Saat memasuki masjid para pengunjung bisa melihat Mushaf Al0Quran terbesar dan kuno. Al-quran kuno tersebut di tulis oleh Drs. Hayat yang berasal dari Unsiq (Universitas Sains Alquran) Wonosobo, Jawa Tengah.

Drs. Hayat menulis Al-Quran kuno berukuran 145 cm x 95 cm selama 25 bulan atau 2 tahun lebih 3 bulan.

Bedug Ijo Raksasa

Papa umumnya di setiap masjid sering kali kita menjumpai adanya bedug, termasuk juga di Masjid Agung Semarang juga memiliki bedug berwarna ijo. Bedug ini hasil dari karya K.H. Achmad Sabri yang berasal dari Tinggarjaya, Purwokerto.

Akan tetapi bedug ini memiliki ukuran yang sangat besar yaitu panjang 310 cm, keliling depan 588 cm, keliling belakang 683 cm, garis tengah pada bagian tengah bedug 220cm, dan garis tengah depan belakang 186 cm.

Banyaknya keunikan yang berada dalam kawasan wisata Masjid Agung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Untuk bisa memasuki kawasan wisata ini pengunjung hanya perlu membayar parkir saja,

Obyek wisata ini terbuka untuk umum selama 24 jam, untuk menaiki menara Al Husna pengujung bisa membayar Rp 3.000 / orang yang berlaku pada pukul 08.00 -17.30. Sedangkan pada pukul 17.30 – 21.00pengunjung perlu membayar Rp 4.000 /orag saja.

Waktu terbaik untuk menaiki menara adalah sore hari, dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang indah. Saat berkunjung ke obyek wisata Masjid Agung sebaiknya juga membawa perlengkapan sholat bagi umat Islam.

Dekatnya rute ke wisata religi dan pendidikan di Masjid Agung Jawa Tengah sangat mudah karena terletak sangat dekat dengan tengah kota. Selain itu saat ke Semarang wisatawan tidak hanya bisa berwisata ke MAJT saja, masih ada wisata lain yang tidak jauh dari masjid.

Berwisata lebih bermanfaat jika tidak melupakan ibadah dan menambah ilmu pengetahuan di Masjid Agung Semarang.