Twitter Spaces Jegal Popularitas Clubhouse?

0
85
Twitter Spaces

Ekspose.ID – Platform media sosial Twitter berencana akan meluncurkan fitur Twitter Spaces untuk semua pengguna pada April 2021.

Saat ini twitter sudah menguji Spaces yang merupakan pesaing Clubhouse sejak tahun lalu. Clubhouse telah mencuri perhatian selama setahun terakhir.

Nama yang sudah tenar seperti bos SpaceX Elon Musk yang sudah bergabung dengan platform ini untuk mengambil bagian dalam obrolan audio langsung dengan penggunanya.

Hanya mereka yang mendapat undangan dan pengguna iOS atau iPhone saja saja yang bisa menggunakan Clubhouse.

Jika seseorang tidak mengenal pengguna yang sudah ada di aplikasi maka mereka belum bisa bergabung dengan Clubhouse.

Meski semua orang bisa menggunakan fitur ini, namun hanya sekelompok kecil pengguna yang bisa menjadi host atau tuan rumah.

Twitter Spaces

tawaran fitur streaming audio bagi para pengguna Twitter layanannya mirip dengan Clubhouse.

Namun Twitter Spaces juga tersedia bagi android, bukan hanya pengguna iOs. Twitter Spaces juga akan membatasi peserta streaming berdasarkan undangan.

Nanti bagi pengguna Android maupun iOS dapat bergabung dan berbicara di dalam Spaces meski belum dapat memulai dan membuka obrolan sendiri.

Dalam beberapa bulan terakhir Twitter mengembangkan fitur berbasis suara, contohnya sebelum mengeluarkan Spaces versi beta.

Twitter mengenalkan fitur audio tweets secara terbatas bagi pengguna gawai besutan Apple.

Fitur ini untuk merekam dan mengirim pesan suara berdurasi maksimal 140 detik.

Chubhouse

Jejaring sosial berbentuk audio-chat yang memungkinkan para penggunanya ikut ambil bagian pada diskusi.

Aplikasi ini berbentuk conference call, yang di dalamnya para pengguna dapat berbicara dan sebagian lainnya mendengarkan.

Sesi diskusi ini bisa menyangkut berbagai macam topik dan telah ditandai dengan jelas di aplikasi. 

Untuk lebih memperjelas, clubhouse ini semacam podcast namun lebih bersifat interaktif karena para pengguna bisa langsung memberikan pendapat dan berdiskusi secara “real time”.

Chubhous juga merupakan aplikasi media sosial berbasis audio-chat. Pengguna bisa mengobrol, berdiskusi dengan orang lain dengan berbagai topik.

Bayangkan saja ini seperti podcast tapi live, lebih interaktif karena bisa bersahut-sahutan dan sifatnya eksklusif.

Ruang obrolan atau conversation room ini seperti conference call. Ada yang bicara, ada yang mendengarkan.

Obrolan selesai, ruang obrolan pun tutup.

Clubhouse merupakan hasil kreasi seorang entrepreneur dari Silicon Valley, Paul Davison dan juga seorang mantan pegawai Google, Rohan Seth.

Mereka berdua meluncurkan aplikasi ini saat pandemi COVID-19 mulai melanda Amerika, yaitu sekitar pertengahan Maret 2020 

Alpha Exploration Co merupakan perusahaan di balik melejitnya Clubhouse. Perusahaan ini pernah mendapat suntikan investasi sebesar USD 12 juta dari Andreessen Horowitz.

Pada bulan Mei 2020 sekitar 2 bulan setelah peluncuran aplikasi dan pengguna aktifnya hanya   mencapai 1.500 orang. 

Di tahun 2021 Clubhouse melejit namanya di seluruh dunia berkat promosi oleh Elon Musk. Hingga sampai saat ini 1 Februari 2021, Clubhouse sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.

Memiliki Valuasi sekitar USD 1 miliar. Saat ini pun Clubhouse telah resmi melabeli diri sebagai Unicorn di umur yang masih kurang dari 1 tahun sejak peluncuran aplikasi.

Twitter vs Clubhouse

Titik awal yang baik untuk perbandingan adalah dengan mencatat bahwa Clubhouse adalah aplikasi itu sendiri, sedangkan Spaces hanyalah fitur di antara banyak fitur di Twitter.

Ini menginformasikan pengalaman masing-masing. Layar utama Clubhouse menyediakan feed kamar yang dapat pengguna ikuti dan diarahkan ke bagian lain aplikasi.

Pengguna dapat menjelajahi konten dan menemukan orang lain untuk ia ikuti.

Namun, elemen audio Twitter terbalik. Pengguna sudah memiliki orang yang mereka ikuti dan aliran tweet dari orang yang mereka ikuti adalah fokus utama.

Karena itu, Spaces bisa pengguna akses melalui bagian Armada di bagian atas layar beranda.

Ikon Armada seseorang yang diikuti pengguna tampak berbeda jika mereka menghosting Space.

Seiring berkembangnya Spaces, tentu saja, ada kemungkinan Twitter menambahkan semacam halaman penemuan di menu.

Begitu berada di dalam Ruangan atau Luar Angkasa, pengalaman – dan, memang, tampilan dan nuansanya – sangat mirip.

Pengguna akan segera mendengar percakapan apa pun yang sedang berlangsung dan akan melihat ikon pembicara dan anggota audiens.

Mengklik ikon tersebut akan menampilkan profil orang tersebut, yakni info biografi mereka dapat pengguna lihat dan mereka dapat mengikutinya.

Namun, mengikuti seseorang di Twitter berarti mengikuti tweet mereka juga, bukan hanya aktivitas audio mereka.

Hingga saat ini, Clubhouse dan Spaces hanya tersedia di iOS. 

Sekarang tampaknya Spaces juga sedang proses uji coba di Android, mengalahkan Clubhouse dengan telak.

Clubhouse dan Spaces masih dalam versi beta, keduanya kemungkinan akan berubah sampai batas tertentu sebelum meluncur ke publik.