Selasa, September 28, 2021
BerandaTeknologiTeknologi Deepfake: Sejarah Hingga Dampak Positifnya

Teknologi Deepfake: Sejarah Hingga Dampak Positifnya

nokiafans.id

Teknologi Deepfake: Sejarah Hingga Dampak Positifnya – Viralnya aplikasi yang bisa membuat sebuah foto menjadi bergerak, menjadikan banyak kalangan mempertanyakan seberapa efektif aplikasi ini membantu dan bermanfaat bagi menusia. Lantas, bagaimana dengan video, yang sudah jelas-jelas dapat mereka aktivitas manusia dalam keadaan bergerak.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya mari lakukan penelusuran, seperti apa aplikasi foto bergerak itu? Bagaimana asal mula terciptanya? Seperti apa cara kerjanya? Apa manfaat dari aplikasi tersebut? Adakah dampak buruknya? Serta apa saja nama aplikasi yang membuatnya?

Bagi Anda yang kangen dengan seseorang, tentu sangat sulit untuk bisa menahan rasa rindu, apalagi tak ada jalur atau kontak yang bisa menghubungkan Anda dengannya. Hanya ada sebuah foto jadul yang bisa Anda pandangi setiap saat. Tahukah Anda bahwa kini telah ada aplikasi yang menggunakan teknologi deepfake?  

Konon katanya, teknologi ini merupakan teknologi yang berdasarkan pada kecerdasan buatan, di mana ia dapat mengubah sebuah foto lama menjadi bergerak layaknya video. Lebih lanjut tentang teknologi ini, mari simak ulasan berikut.

Perkembangan Teknologi Foto Bergerak Deepfake

Sejarah Deepfake

Teknologi yang telah muncul pertama kali pada tahun 1997 ini, memang awalnya hanya sebuah rekaman video yang dibuat ulang dengan rekaman suara berbeda. Dalam istilah saat itu, hasil dari rekaman video tersebut namanya adalah video rewrite.

Selanjutnya pada tahun 2016, sebuah program serupa dari teknologi deepfake bernama Face2face berhasil dirilis. Program ini merupakan modifikasi dari sebuah rekaman video dari wajah seseorang, di mana mereka dapat melakukan tiruan ekspresi dari wajah orang lain di waktu yang sama.

Puncaknya pada tahun 2017, sebuah program yang menggabungkan sebuah rekaman video Barack Obama yang sedang mengucapkan kata-kata dengan trek suara audio yang terpisah. Program ini bernama Synthesizing Obama.

Sayangnya, tidak semua penggunaan teknologi foto bergerak ini bersifat positif, ada juga yang menyalahgunakannya ke arah negatif. Bahkan masih di tahun yang sama, seorang pengguna salah satu platform Reddit yang menamai dirinya deepfakes, membuat forum porno dalam platform hiburan terbesar di dunia itu.

Dari sinilah nama deepfake terkenal dan menjadi sebuah istilah baru untuk teknologi foto bergerak. Selanjutnya perkembangan teknologi deepfake berlanjut di tahun 2018, teknologi ini digunakan pertama kalinya untuk kepentingan politik.

Baru-baru ini tepatnya di akhir tahun 2020, salah satu stasiun TV berita Korea Selatan menampilkan  penyiarnya Kim Joo Ha dengan menggunakan teknologi ini. Rekaman berita yang telah lalu, berhasil diubah dengan menggunakan deepfake, sehingga baik suara, gerakan dan mimik muka sang penyiar nyaris bisa ditiru dengan sempurna.

Deepfake Sebagai Teknologi Foto Bergerak

Sebagai sebuah teknologi yang berasal dari berbagai penelitian dan pengembangan aplikasi, teknologi ini menggunakan sistem GAN. Gan yang dimaksud adalah Generative Adversarial Network yang berarti sebuah jaringan adversarial generatif.

Jaringan ini terdiri dari diskriminator dan generator yang dapat membuat gambar menjadi nyata dan dapat pula menilai gambar tersebut, apakah benar-benar nyata atau tidak. Dengan kata lain sistem dari teknologi deepfake ini mampu melakukan manipulasi gambar, sehingga menjadi gambar yang benar-benar sesuai aslinya.

Cara Kerja Teknologi Foto Bergerak Deepfake

Berdasarkan cara kerjanya, teknologi foto bergerak deepfake merujuk pada teknologi kecerdasan. Pada sebuah perangkat lunak atau software, teknologi yang berbasis kecerdasan ini bisa memungkinkan untuk mengubah rekaman video atau konten.

Perubahan rekaman video atau konten tersebut, kemudian dipindahkan ke gambar orang lain. Sehingga orang yang sebenarnya tidak melakukan rekaman video tersebut, dibuat seolah-olah melakukannya. Langkah-langkahnya sendiri sangatlah mudah dan hampir sama seperti pengeditan sebuah video.

Teknologi deepfake ini juga berawal dari pembelajaran mesin yang dalam prosesnya mesin ini menjadi otak dari semuanya. Machine learning ini juga yang membuat tiruan foto seseorang yang diam kemudian dapat bertindak sesuai aslinya.

Jadi, cara kerja deepfake sebagai sebuah teknologi yang berasal dari kecerdasan buatan, memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai perubahan dan tiruan. Secara instan, namun sempurna semuanya dapat terjadi dengan bantuan aplikasi.

Ragam Aplikasi Berbasis Deepfake

Aplikasi pertama yang sempat viral karena unduhannya uamh mencapai lebih dari 5 juta pengguna di Google PlayStore adalah MyHeritage. Dengan salah satu fitur di dalamnya yang dapat mengubah sebuah foto menjadi bergerak, membuat aplikasi ini seketika menjadi favorit banyak orang.

Aplikasi kedua yang menggunakan teknologi deepfake adalah MUGLife, aplikasi ini termasuk ke dalam aplikasi terbaik di AppStore karena berhasil mendapat peringkat 4.5. Dalam aplikasi ini Anda dapat dengan mudah membuat video, kolase avatar dan GIF dengan motion pada foto, serta beragam fitur untuk membuat berbagai jenis ekspresi lucu.

Ketiga, aplikasi Zao. Aplikasi ini menjadi viral di Cina, karena bisa membuat video hasil rekam wajah menjadi sangat memukau, halus dan otentik. Tak hanya itu, aplikasi ini mampu membuat semua itu hanya dalam hitungan detik.

Aplikasi keempat adalah doublicat, aplikasi ini memanfaatkan foto selfie. Selanjutnya foto selfie tersebut berganti dengan foto artis. Sama halnya seperti Zao, aplikasi ini juga membuat deepfake hanya dalam hitungan detik.

Dampak Positif Penggunaan Deepfake

Setiap teknologi yang dibuat, pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah hidup manusia. Walau tidak semua orang bisa memanfaatkan hal tersebut ke arah positif, namun teknologi deepfake ini memang telah memberi banyak manfaat bagi manusia.

Salah satu dampak positif adalah Anda dapat melepas rindu pada seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Dengan adanya aplikasi dengan menggunakan teknologi ini, walau hanya berupa sebuah foto jadul, foto tersebut dapat dengan mudah berubah menjadi sebuah foto yang bergerak.  

Jadi, kalau selama ini Anda hanya bisa memandangi foto untuk melepas rindu, kini Anda bisa seolah-olah bertemu dan berbicara dengannya. Karena foto yang tadinya diam kini dapat bergerak, hal ini juga yang menjadikan aplikasi dengan teknologi deepfake ini menjadi viral di kalangan masyarakat.

Dampak positif lainnya dari penggunaan teknologi deepfake adalah pada bidang industri. Aplikasi deepfake ini jelas membantu dalam hal promosi dan penjualan yang lebih efektif. Dengan aplikasi berbasis deepfake, para konsumen dapat mencoba barang yang dijual secara virtual, seperti mencoba pakaian, sepatu dan lain-lain.

Selanjutnya pada bidang industri hiburan, dalam hal ini perfilman. Teknologi ini terbukti efektif menghidupkan karakter yang sudah tiada agar bisa tetap bermain dalam sebuah adegan film. Seperti pada pembuatan film action Fast Furious 7, karakter Paul Walker yang telah meninggal dunia, dapat tetap bermain dengan bantuan stuntman dan teknologi ini.

Demikian ulasan singkat tentang teknologi deepfake yang sangat viral dan fenomenal ini. Baik buruk dari sebuah teknologi hanya akan terjadi, manakala Anda yang menentukan pilihannya. Apakah Anda ingin menggunakannya untuk hal-hal positif atau sebaliknya.

Editor : Duhita Apriyatni

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER