Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaSiti Fadilah Mantan Menteri Kesehatan : Ketakutan Lebih Bahaya Dibanding Virus,...

Siti Fadilah Mantan Menteri Kesehatan : Ketakutan Lebih Bahaya Dibanding Virus, Angka Bunuh Diri Naik, Angka Perceraian Naik, Belum Juga Anak-Anak Sekolah Di Rumah

Setelah dinyatakan bebas, Siti Fadilah Supari kembali muncul ke publik sekaligus memberikan tanggapannya terkait isu yang masih seringkali menjadi bahan perbincangan masyarakat kini. Melalui kanal Youtube Video Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah pada hari Kamis (08/07/21). Siti Fadilah selaku mantan Menteri Kesehatan era Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan mengenai berbagai hal terkait fenomena Covid-19 yang kini menjadi sesuatu yang menakutkan bagi masyarakat.

Mulai dari pembahasan dampak Covid-19 terhadap ekonomi, pendidikan, serta herd imunity dan rencana sebelumnya dalam meneliti vaksin untuk sakit jantung. Menelisik fenomena Covid-19 yang berdampak pada ekonomi negara, Dr Siti Fadilah yakni mantan Menkes berpendapat bahwa ekonomi harus tetap berjalan namun harus tetap waspada.

“Rencananya pemerintah akan melalukan vaksinasi terhadap 181 juta (warga negara Indonesia). sementara kita ada 270 juta (total warga negara di Indonesia) dan ada 90 juta yang tidak perlu divaksin” Ungkap Siti Fadilah pada Video Podcast Deddy Corbuzier.

Jika kita melihat kembali jumlah dari warga negara yang divaksinasi sesuai dengan ketentuan herd imunity. Ada sekitar 70% maka dapat disimpulkan bahwa penyebaran dari virus dapat berkurang atau dapat berhenti.

“70% dari satu populasi itu sudah divaksin. Itu teori mereka, namun saya belum pernah melihat. Mudah-mudahan kita bisa melihat dari itu bisa menghilang. Yang paling penting ekonomi harus mulai berjalan mulai dari sekarang, jangan besok dan besok lagi” lanjutnya.

Apalagi saat ini tengah diberlakukannya kondisi Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menurut Dr. Siti Fadilah belum tentu efektif lantaran kabar yang menakutkan mengenai covid-19 masIh beredar di masyarakat secara luas.  

Tidak hanya itu saja, dalam Video Podcast Deddy Corubuzier Dr. Siti Fadilah juga menjelaskan mengenai ketakutan masyarakat akan Covid-19 ini.

“Ketakutan lebih bahaya dibanding virus. Angka bunuh diri naik, angka perceraian naik, belum juga anak-anak sekolah di rumah.” Apalagi ditambah dengan jawaban beliau ketika ditanya mengenai apakah pandemi ini dapat berulang. Mantan Menkes itu pun menjawab bahwa harus bersiap, serta diikuti dengan menjaga imun pada tubuh, kemudian menjaga pola makan sehat. Berolahrga, memanfaatkan obat-obatan alami seperti jamu-jamuan.

Sebelumnya Dr. Siti Fadilah sempat menjadi sorotan masyarakat lantaran pernyataannya mengenai soal flu burung yang tidak menular. Beliau juga memberikan pendapatnya yang berkaitan dengan hubungan antara pandemi virus corona yang membuat Indonesia harus membeli vaksin dari luar negeri. Akan tetapi, menurutnya, Indonesia mampu membuat vaksin sendiri.

Lalu ketika disinggung soal dirinya yang dianggap sebagai ratu konspirasi, Siti Fadilah mengatakan hal itu  sesuatu yang simple.

“Orang itu kalau dengar kata konspirasi takut, padahal sebetulnya itu sebenarnya simple. Persekongkolan tentu virusnya ada, jangan dikaitan dengan konspirasi virusnya nggak ada, itu beda” Ucap Dr. Siti Fadilah.

Beliau juga menambahkan bahwa virus Covid-19 itu ada terlepas dikaitkan dengan menyebut bahwa virus adalah buatan orang itu hal yang berbeda. Tetapi tetap diyakini bahwa virus memang ada.

Karena itulah, membuat perempuan berusia 71 tahun ini sampai dijuluki sebagai ratu konspirasi, dikarenakan pernyataan-pernyataan yang dinilai tidak masuk akal oleh beberapa kalangan. Meskipun begitu, Siti Fadilah tidak ambil pusing akan julukan tersebut, justru hal yang paling penting baginya saat ini adalah fokus mengedukasi dan membantu masyarakat di masa pandemi.

Selanjutnya beliau juga tak ketinggalan menayangkan beberapa pemberitaan soal virus corona seakan-akan menakutkan. Padahal menurutnya virus tersebut tidak terlalu berbahaya.

“Berita yang menakutkan itu satu paket dengan virusnya, ini semua pada mati, nakes-nakes pada mati jadi serem” Jelasnya melalui Podcast Deddy Corbuzier.

Dirinya pun turut mengungkapkan keprihatinannya mendengar banyak dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menghadapi pandemi covid-19.

Melalui Podcast Deddy Corbuzier, Dr Fadilah pun memaparkan bagaimana syarat sebuah keadaan bisa dikatakan sebagai pandemi atau penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, dalam hal ini adalah Covid-19. Kemudian beliau menjelaskan jika pandemi itu adanya penularan yang jelas apakah dari hewan ke manusia atau manusia ke hewan sehingga menyebabkan kondisi yang menyebar luas.

“Pandemi itu menurut International Health Regulation yang dipakai oleh WHO memenuhi beberapa syarat. Yang pertama kalau adanya infeksi dari hewan ke hewan, yang kedua adanya infeksi dari hewan ke manusia, kemudian adanya infeksi dari manusia ke manusia menjalar ke negara. Nah inilah yang dinamakan dengan pandemi.” Ungkap Dr. Siti Fadilah

Beliau pun menegaskan jika WHO sempat akan melakukan penelitian terkait virus Covid-19 yang memang berasal dari sebuah laboratorium yang bocor. Akan tetapi, belum mendapat jawaban jelas, ia sangat menyayangkan sikap WHO yang telah mengatakan jika virus Covid-19 adalah sebuah pandemi.

“Ternyata WHO kemarin meneliti kembali besar-besaran ajakan memastikan darimana virus yang di wuhan itu. Ternyata ada yang beranggapan bahwa melalui ada laboratorim yang bocor, mungkin dari manaa.. nah, berarti kan belum ada ditemukan darimana asalnya dari hewan ke manusia. Nah ini kan pincang, tapi kenapa disebut pandemi? Nyatanya masih dicari oleh WHO” tegas Dr. Siti Fadilah.  

Disisi lain Deddy Corbuzier pun berpendapat bahwa Covid-19 merupakan cara satu pihak untuk mengajak berperang. Namun, dari Dr. Siti Fadilah sendiri belum mau angkat bicara dikarenakan hal tersebut bisa saja benar namun belum di buktikan dengan fakta yang ada. Sebagaimanya ketika ditanya oleh Deddy Corbuzier

“I think it is posibble that a virus is also by a war, possible?” tanya Deddy Corbuzier

“Ya mungkin, yang namanya kemungkinan kan yang ada di otak kita, di otak anda,” jawab Dr. Sit Fadilah menyudahi Podcast Deddy Corbuzier.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER