Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaSeputar Fenomena Aphelion dan Daftar Fenomena Alam Yang Akan Terjadi Pada Bulan...

Seputar Fenomena Aphelion dan Daftar Fenomena Alam Yang Akan Terjadi Pada Bulan Juli

LAPAN, melalui akun media sosialnya mengumumkan bahwa bumi akan mengalami fenomena aphelion. Tepatnya terjadi pada Selasa tanggal 6 Juli 2021, pukul 05.27 WIB, 6.27 WITA, dan 07.27 WIT. Sebenarnya apa sih itu aphelion? Yakni suatu fenomena alam dimana posisi bumi berada pada titik terjauh dari matahari. Pihak LAPAN juga menjelaskan bahwa jarak bumi ke matahari pada saat terjadinya aphelion adalah 152.100.527 km. Sementara pada tanggal 2 Januari 2021 jarak tedekat bumi dari matahari adalah 147.093.163 km.

Seperti yang kita ketahui, bumi beserta planet lainnya bergerak mengelilingi matahari pada garis orbitnya. Berbeda lagi ketika terjadi fenome aphelion, dimana orbit bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, akan tetapi berbentuk elips dengan kelonjongan sekitar 1/60. Dengan begitu, setiap tahunnya bumi akan berada pada posisi terjauh dari matahari yang disebut fenomena aphelion dan terjadi  pada bulan Juli.

Sementara fenomena perihelion dimana bumi berada di posisi terdekat dari matahari akan terjadi pada bulan Januari.  Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) ahli BMKG Makassar, Kaharuddin juga mengkonfirmasi bahwa bumi akan menyelesaikan separuh perjalanannya dalam mengelilingi matahari.

“Fenomena Aphelion terjadi karena orbit bumi tidak sepenuhnya melingkar sempurna, tetapi berbentuk elips. Jarak bumi dan matahari bervariasi sekitar 3% sepanjang tahun.” ungkap Kaharuddin. Selasa (6/7).

Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan, Emanuel Sungging juga menegaskan kalau fenomena aphelion tidak berdampak langsung pada kehidupan manusia di bumi. Karena fenomena ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya.

“Itu hanya fenomena tahunan biasa. Artinya, sudah setengah tahun perjalanan Bumi mengitari Matahari.” Kata Sungging, Minggu (4/7/2021).

Fakta Seputar Fenomena Aphelion

Maka dari itu pagi ini terasa dingin dikarenakan jarak bumi yang jauh dari matahari atau disebut dengan istilah fenomena aphelion. Sayangnya fenomena aphelion ini tidak bisa dilihat secara langsung, dikarenakan bukan fenomena kenampkan obyek langit. Lalu apa saja fakta seputar fenomena tersebut yang mungkin masih banyak masyarakat belum mengetahuinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Bumi Menyelesaikan Satu Gerak Revolusi

Ketika mengelami fenomena aphelion, bumi akan menyelesaikan gerak revolusinya dalam memutari matahari. Hal tersebut dikarenakan lintasannya berbentuk elips atau 1/60 kelonjongan. Itulah yang membuat bumi berada pada jarak terdekat matahari (Perihelion) dan jarak terjauh dari matahari (Aphelion).

Matahari Tampak Lebih Kecil Dari Biasanya

Fakta yang kedua dari fenomena aphelion adalah matahari tampak terlihat lebih kecil dibandingkan waktu lainnya dalam setahun. Dan di waktu yang bersamaan bumi akan menerima radiasi paling sedikit dari matahari. Sementara ukuran diameter matahari tampak terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-ratanya yakni sekitar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68 persen.

Tidak Membut Suhu Bumi Menjadi Lebih Dingin

Pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan bahwa ketika posisi bumi yang berada di titik terjauh dari matahari. Tidak akan berdampak pada suhu dingin ataupun panas yang diterima bumi.

“Suhu dingin ketika pagi hari yang terjadi belakangan ini dan nanti sampai dengan Agustus merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau.” Tulis pihak LAPAN melalui akun sosial media instagram resminya.

Kemudian pihak LAPAN juga menambahkan bahwa cuaca dingin yang muncul belakangan ini dikarenakan tutupan awan yang sedikit. Sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi (diserap dari cahaya matahari dan dilepaskan pada malam hari) yang selanjutnya dipantulkan kembali pada permukaan bumi.

Ketika posisi bumi berada pada titik terjauh dari matahari, juga tidak berpengaruh terhadap panas yang diterima bumi. Hal tersebut dikarenakan panas dari matahari tersebar ke seluruh bumi, dengan distribusi paling signifikan mempengaruhi disebabkan oleh pola angin.

Saat Ini Posisi Matahari Berada Di Belahan Utara

Selanjutnya fakta dari fenomena aphelion adalah saat posisi matahari berada di belahan Utara. Maka akan terjadi tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin. Oleh karena itu, arah angin akan bertiup dari arah Selatan menuju arah Utara. Dan saat ini arah angin yang bertiup dari Australia sedang mengalami musim dingin. Apa dampak yang ditimbulkan? Maka akan terjadi penurunan suhu, khusunya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggar yang terletak di Selatan Khatulistiwa.

Daftar Fenomena Alam Yang Akan Terjadi Bulan Juli

Selain fenomena aphelion yang terjadi saat ini (Selasa, 6/7/2021), ada beberapa fenomena alam yang bakalan terjadi. Dari penasaran, yuk simak ulasannya berikut ini.

Fenomena Konjungsi Bulan – Merkurius ( Kamis, 8 Juli 2021)

Fenomena yang pertama adalah terjadinya konjungsi atau kesejajaran yang terjadi antara Bulan dan Planet Merkurius. Puncak dari fenomena ini akan terjadi pada tanggal 8 Juli 2021, tepatnya pada pukul 11.38 WIB.  Dengan titik elongasi 3,7 derajat, sehingga fenomena langit konjungsi Bulan – Merkurius dapat anda saksikan dari arah Tmur-Timur Laut dekat dengan konstelasi Taurus. Dimulai sejak pukul 04.30 WIB dan berlangsung selama 30 menit.

Fenomena Konjungsi Tripel Bulan-Mars-Venus (Minggu, 11-13 Juli 2021)

Fenomena alam yang kedua yakni konjungsi antara Bulan, Planet Mars, dan Planet Venus. Fenomena tersebut akan terjadi selama tiga hari sejak tanggal 11 sampai 13 Juli 2021 mendatang. Konjungsi Tripel Bulan-Mars-Venus ini dapat anda saksiksan sejak pukul 18.40 WIB dari arah Barat-Barat Laut, dan akan berlangsungs selama 60 menit. Tanpa disadari fenomena konjungsi atau kesejajaran menjadi momen terbaik untuk bisa mengenali penampakan dari Planet Mars dan Planet Venus di langit

Fenomena Matahari di Atas Ka’bah (15 Juli 2021)

Fenomena alam yang ketiga adalah fenomena Matahari di atas Ka’bah untuk kedua kalinya. Sebelumnya fenomena ini sudah pernah terjadi pada tanggal 27 Mei 2021 lalu, fenomena langit ini seringkali disebut dengan istilah Istiwaul A’zham (Great Culmination). Selain penampakannya yang sangat indah, Istiwaul A’zham juga dapat digunakan untuk mengecek arah kiblat khususnya di Indonesia. Untuk fenomena Matahari di atas Ka’bah ini akan terjadi pada tanggal 15 Juli 2021, pukul 16.26 WIB.

Fenomena Konjungsi Tripel Planet Mars-Venus-  Bintang Regulus

Fenomena alam yang keempat yakni akan terjadi fenomena tripel konjungsi antara  Planetrs Mars,bePlanet Venus, dan Bintang Regulus. Fenomena ini bisa anda nikmati selama 15 hari, yakni dari mulai pada tanggal 17 Juli sampai 31 Juli mendatang. Jadi anda bisa menyiapkannya jauh-jauh dari, dan menikmatinya begitu lama. Fenomena konjungsi tripel Planet Mars, Venus, dan Bintang Regulus terjadi dari arah Barat-Barat Laut sejak pukul 18.20 WIB, dan berlangsung selama 80 menit

Fenomena Konjungsi Bulan-Anteres

Fenomena alam yang kelima yakni akan terjadi puncak konjungsi antara Bulan-Antares. Fenomena ini terjadi pada tanggal 20 Juli 2021 dan bisa anda saksikan pukul 19.06 WIB. Meski begitu, fenomena konjungsi Bulan-Anteres juga bisa disaksikan pada pukul 18.10 WIB, dari arah Timur-Tenggara dan berkuminasi di arah Selatan pada pukul 20.30 WIB. Itulah pembahasan artikel kali ini yang mengulas tentang berbagai fenomena alam yang akan terjadi di bulan Juli. Salah satunya yakni fenomena apheilon. Semoga bermanfaat.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER