Rabu, September 29, 2021
BerandaBeritaSejarah Hagia Shopia Dari Gereja, Masjid hingga Museum

Sejarah Hagia Shopia Dari Gereja, Masjid hingga Museum

Ekspose.ID – Sejarah Hagia Shopia Dari Gereja, Masjid hingga Museum. Siapa yang tidak kenal Hagia Shopia, sebuah bangunan kuno yang berusia ratusan tahun yang kini sorotan dunia.

Bangunan Hagia Shopia sekarang menjadi perhatian masyarakat dunia.

Pada perjalannya, bangunan sering berganti fungsi, dahulu berbentuk gereja kemudian berubah fungsi sebagai masjid di tahun 2020. Berikut ini informasi lengkap kisah perjalanan panjang Hagia Sophia.

Sejarah Hagia Sophia

Hagia Shopia salah satu situs warisan dunia UNESCO abad ke-6. Sejak awal berdiri, Hagia Shopia berfungsi sebagai Gereja Church of Holy Spirit. Bangunan ini berdiri sejaktahun 360 Masehi atau abad ke-6 oleh Kaisar Bizantium Constantius I .

Ciri khas bangunan tersebut berupa pilar penyangga yang dari Ephesus dan kuil Artemis disebut-sebut sebagai katedral terbesar di dunia.

Gereja yang memiliki bangunan khas dan sederhana tersebut terlihat minimalis juga elegan. Namun, tiba-tiba bangunan gereja beratap kayu mengalami kebakaran tahun 404 sebelum Masehi akibat konflik keluarga Arkadios.

Bangunan gereja yang Kaisar Bizantium Constantius bangun ini direnovasi pada masa Kaisar Theodosios II. Renovasi selesai tahun 415, kemudian pintu masuk beratapkan kayu.

Peristiwa kebakaran kembali terjadi kedua kalinya saat terjadi pemberontakan Nika terhadap Kaisar Justinian I, yang memerintah tahun 527-565 Masehi.

Pasca kebakaran Hagia Shopia tidak juga mendapatkan perbaikan dengan berbagai alasan. Justinian selanjutnya memerintahkan pembongkaran tahun 532 Masehi pada arsitek Isidoros. Dan Anthemios membangun basilika baru yang akhirnya selesai tahun 537 Masehi.

Arsitektur gereja Ortodok sedemikian megah, terlihat atap kubah besar dan altar semi kubah. Keindahan lain yang ada pada Hagia Shopia mozaik enam malaikat bersayap bernama Hexapterygon.

Marmer lantai dan langit-langit bangunan diproduksi di Anatolia, dan Suriah. Sementara batu bata untuk dinding dan bagian lantai berasal dari Afrika Utara. 104 pilar menghiasi bangunan tersebut diimpor dari Mesir.

Dinding pada bangunan gereja terbuat dari emas, dan, perak Terra cotta serta batu warna-warni menggambarkan adegan serta tokoh-tokoh Injil Kristen, begitu indah menghiasi dinding bangunan tersebut.

Ortodoks Yunani menjadi agama resmi Bizantium dan Hagia Shopia ketika itu dianggap sebagai gereja utama yang memiliki makna khusus bagi komunitas Orthodox.

Tidak hanya punya makna khusus, melainkan juga memiliki peran penting dalam budaya dan politik Bizantium selama 900 tahun.

Pada tahun 1453 masa penaklukan Ottoman, bangunan ini berubah fungsi sebagai masjid dengan menampilkan elemen khas Kesultanan Ottoman.

Mihrab, mimbar tempat para ustadz berceramah mulai ditambahkan pada bangunan masjid tersebut. Bahkan sebuah perpustakaan dengan koleksi buku beragam dibangun di dalamnya.

Hagia Shopia sebagai Museum

Perkembangan selanjutnya, November tahun 1922 Masehi Kesultanan Ustmani berganti menjadi Republik Sekuler Turki dengan presiden Mustafa Kemal Ataturk.

Di masa itu, tahun 1931 Masehi Aya Shopia ditutup untuk umum.4 tahun kemudian tahun 1935 Masehi sebagai museum.

Pada era Kemal Ataturk, bangunan ini kembali mengalami perubahan besar-besaran sebagai museum. Semenjak berubah fungsi menjadi museum, semua hiasan yang melekat di dinding bangunan dibuka.

Sejumlah ornamen masjid mulai karpet untuk ibadah hingga tulisan kaligrafi dihilangkan. Selanjutnya lukisan-lukisan Kristen selama ini ditutupi 5 abad dibuka kembali.

Hal ini menguak kembali apa yang ada di gedung Hagia Sophia sebenarnya. Dari sinilah lukisan bunda Maria, bayi Yesus Kristus mulai terkuak.

Tidak jauh dari kedua lukisan tersebut, terdapat pula lukisan Nabi Muhammad SAW dan kaligrafi yang begitu indahnya. Perubahan Hagia Sophia menjadi museum mengantarkannya sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO tahun 1985.

Entah alasan dan tujuan apa sebenarnya yang mendorong Kemal Ataturk mengubah fungsi dari gereja menjadi museum. Sejak saat itu, Hagia Sophia menjadi obyek wisata terkenal di Turki.

Kembali Menjadi Masjid

Puluhan tahun Hagia Sophia begitu masyarakat Turki menegnalnya sebagai tempat wisata museum. Setelah sekian tahun berlalu, muncul masalah baru berkaitan dengan larangan penggunaan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah.

Sering bergulirnya waktu, pada tahun 2006 pemerintah mengizinkan alokasi ruangan doa untuk Kristen dan tempat muazin kumandangkan adzan di menara museum.

Pada tanggal 10 Juli 2020, perubahan Hagia Shopia telah terjadi pada masa Recep Tayyip Erdogan. Erdogan mengalihfungsikan bangunan museum menjadi bangunan masjid.

Kini, melalui manuver politiknya, Erdogan mengubahnya menjadi masjid. Pembukaan kembali Masjid Hagia Shopia setelah pengadilan tinggi Turki 10 Juli 2020 mencabut statusnya sebagai museum.

Warga Turki begitu antusias menyambut pembukaan kembali Hagia Shopia menjadi masjid. Tidak sedikit dari mereka meluangkan waktu berkunjung ke Hagia Shopia untuk beribadah atau sekedar melihat dari dekat keindahan arsitektur bangunan yang dulu pernah sebagai museum. (CW003)

Editor : Deni Supendi

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER