Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaPemanfaatan Limbah Rumen Sapi Di Kota Kediri Bagi Tanaman Kangkung

Pemanfaatan Limbah Rumen Sapi Di Kota Kediri Bagi Tanaman Kangkung

Sebelum membahas lebih luas mengenai pemanfaatan limbah rumen sapi bagi tanaman kangkung. Tidak ada salahnya untuk mengetahui apa itu rumen sapi? Bagi sebagian orang, istilah rumen sapi menjadi hal asing untuk di dengar. Namun ada juga masyarakat yang sudah terbiasa menggeluti limbah rumen sapi salah satunya di Kota Kediri.

Pengertian rumen sendiri adalah sistem pencernaan seperti lambung pada hewan tertentu yang dijadikan sebagai ruang pra-pencernaan. Seperti hewan sapi, kambing, kerbau, domba, dan pemanfaatan limbah rumen seringkali dijadikan sebagai pupuk organik terutama untuk tanaman kangkung.

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) bekerjasama dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri. Letaknya di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, untuk mengelola limbah rumen sampi dan dijadikan sebagai pupuk organik sayuran kangkung. Ide cemerlang tersebut berawal dari limbah sapi yang selalu di kritik warga sekitar dikarenakan bau tidak sedap. Oleh karena itu, masyarakat Kediri berinisiatif menjadikan limbah sebagai bahan pupuk organik berupa rumen sapi sehingga tidak ada lagi warga yang merasa risih. Tanpa disadari dengan dilakukannya ide tersebut mampu mendatangkan berkah bagi masyarakat.

Menyulap Limbah Menjadi Rumen Sapi

Seperti sayuran kangkung yang ditanam menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas. Dan panen pertama dilakukan bersama personel Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kedir, dan UPTD Rumah Potong Hewan serta warga sekitar. Untuk membuat rumen sapi dibutuhan proses pengolahan limbah basah sampai menjadi pupuk organik selama 3 minggu.

Percobaan kedua pun dilakukan yakni dengan memasukan semua limbah ke dalam karung  yang telah dicampur dengan tetes tebu. Uji coba kedua ini diharapkan tidak membutuhkan waktu lama sampai menjadi pupuk organik seperti percobaan pertama yang memakan waktu cukup lama. Sebelum adanya program pengelolaan limbah, masyarakat seringkali membuangnya begitu saja di pembuangan akhir. Dan menimbulkan bau tidak enak serta meresakan warga sekitar.

Bagi masyarakat Kediri yang ingin menggunakan limbah rumen sapi sebagai pupuk organis/kompos bisa mengambilnya secara gratis alias tidak dipungut biaya. Kreativitas masyarakat Kediri mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kota Kediri, Mochamad Ridwan.

“Biasanya limbah jadi masalah, alhamdulillah ini bisa disulap menjadi berkah” ungkapnya.

Selain rumen sapi yang dibagikan secara gratis, hasil panen sayuran kangkung juga bisa dinikmati oleh semua masyarakat Kediri secara gratis. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kompensasi atas keberadaan RPH di lingkungan mereka.  Teknik penanaman sayurang kangkung dilakukan serta dirawat oleh petugas RPH. Untuk media tanamnya tidak menggunakan tanah, melainkan 100% memakai kompos hasil pengelolaan limbah.

Hasil panennya juga memuaskan, kangkung tampak segar, bebas hama, dan ditambah tidak menggunakan pestisida. Masyarakat Kediri terutama ibu-ibu RW 04 Kelurahan Pojok juga ikut serta dalam proses panen kangkung.

Kandungan Tanaman Kangkung

Setelah mengulik pengelolaan limbah sapi menjadi pupuk organik, kini kita akan membahas kandungan yang ada dalam sayuran kangkung. Tanaman ini juga sering disebut sebagai bayam air, dan tumbuh subur di daerah rawa-rawa. Kangkung menjadi tanaman yang banyak dijumpai di negara-negara Asia terutama di Indonesia.

Kangkung memiliki tekstur daun yang memanjang dengan ukuran 2-5 cm, sayuran ini juga memiliki nama latin yakni Ipomoea Aquatica dan mengandung segudang nustris bagi tubuh. Sebagaimana dikutip oleh Data Komposisi Pangan Indonesia, kangkung memiliki kandungan gizi seperti Air (9g), Protein (3,4g), Lemak (0,7g), Karbohidrat (3,9g), Serat (2g). Abu (1g), Kalsium (67mg), Fosfor (54mg), Besi (2,3mg), Natrium (65mg), Kalium (250,1mg), Tembaga (0,13mg), Seng (0,4mg). Beta-Karoten (2.868 (mcg), Karoten Total (5.542mcg), Thiamin (0,07 mg), Riboflavin (0,36mg), Niasin (2mg), dan Vitamin (17mg).

Kangkung juga menjadi salah satu sayuran yang rendah kalori, terbukti ketika dimasak hanya mengandung sekitar 28 kalori.

Manfaat Kangkung Bagi Kesehatan Tubuh

Meskipun kangkung menjadi sayuran yang di anggap sepele, justru sayuran ini memiliki manfaat yang tidak kalah dengan sayuran lainnya. Adapun manfaat yang bisa anda rasakan yakni.

Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan kangkung seperti vitamin A bagus untuk kesehatan mata serta mampu melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri. Selain itu vitamin A juga dipercaya mampu meningkatkan produksi cairan dan mencegah mata kering.

Antiradang

Manfaat selanjutnya yakni kangkung memiliki khasiat antiradang. Gejala yang seringkali timbul pada saat peradangan adalah terjadinya nyeri dan pembengkakan. Peradangan disebabkan adanya infeksi Staphylococcus Aureus dan Bacillus Subtillis. Selain menyebabkan peradangan, bakteri ini juga menyebabkan terjadinya penyakit MRSA, bintitan, dan keracunan makanan.

Mencegah Diabetes

Kangkung juga dipercaya untuk mencegah terjadinya diabetes terutama pada ibu hamil, hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2013. Selain itu, Journal of Diabetes juga mencatat bahwa kangkung bekerja sebagai antioksidan. Kandungan inilah yang mampu menangkal berbagai oksidasi penyebab diabetes pada ibu hamil dan calon bayinya. Itulah pembahasan artikel kali ini dan semoga bermanfaat.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER