Rabu, September 29, 2021
BerandaBeritaMencari Jejak KRI Nanggala-402

Mencari Jejak KRI Nanggala-402

Kapal Selam KRI Nanggala-402 dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 04.00 Wita saat berada di peraian bali bagian utara pada hari Rabu (21/04/2021) usai mendapatkan izin menyelam dari Komandan Gugus Tugas Penembakan (Danguspurla II).

Kapal selam tersebut hilang kontak saat skenario latihan penembakan rudal C-802 dan torpedo. Hingga saat ini masih dilakukan pencarian. Namun belum juga ditemukan tanda-tanda sonar aktif.

Dalam kapal selam tersebut terdapat 53 awak kapal yang terdiri dari 49 Kru, komandan kapal serta 3 oarang yang berasal dari arsenalnya. Keterangan ini diamini oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, “Iya, 29 ditambah ada komandan kapal, lainnya ada yang ikut 3 dari arsenalnya.

Penyebab Hilangnya Kapal

Menurut penuturan dari Laksamana Pertama Julius Widjojono, Kapal KRI Naggala-402 kemungkinan jatuh di palung Bali pada kedalaman 600 hingga 700 meter. Kemungkinan black out terjadi ketika kapal sedang menyelam statis.

Menurutnya, kapal tidak dapat timbul kembali kepermukaan karena telah kehilangan kendali dan tidak dapat melakukan prosedur kedaruratannya. “Kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out sehingga kapal tidak terkendali”, menurut Julius.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Dinas Pengerangan Angakatan Laut (Dispenal). Blackout sendiri merupakan istilah yang menunjukan hilangnya daya listrik yang dimiliki. Namun hingga saat ini belum ada keterangan terkait penyebab pasti hilangnya kapal selam buatan Jerman ini.

Pencarian Kapal

Hingga saat ini pencarian masih sedang dilakukan dengan mengerahkan seluruh armada yang memiliki kemampuan dalam melakukan misi pencarian bawah air.

“Seluruh kapal milik TNI yang memiliki kemampuan mencari benda dibawah permukaan air kami kerahkan” menurut keterangan Kadispen TNI AL, Laksamana Pertama Julius Widjojono.

Beberapa Negara sahabat seperti Australia, Singapura serta India yang sempat mendeklarasikan kesiapannya memberikan bantuan juga sudah turut serta dalam proses pencarian dengan menerjunkan sejumlah KRI.

Sebuah helicopter dikerahkan untuk melakukan pencarian pada pukul 07.00 Wita. Dari pencarian tersebut, ditemukan tumpahan minyak pada lokasi penyelamatan KRI Nanggala-402. Kemungkinan tumpahan minyak ini berasal dari tangki BBM KRI Nanggala-402 yang mengalami retak akibat adanya tekanan air laut.

Selain Helicopter, KRI Rigel dari Dishidros, KRI Rengat milik Satuan Ranjau serta kapal-kapal lain juga diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Kapal Selam Hilang Pertama di Indonesia

Hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 ini merupakan peristiwa yang pertama terjadi di Indonesia. Secara khusus, pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati juga memberikan penjelasan bahwa hilangnya KRI Nanggala-402 harus secara digantikan meningat fungsinya yag harus cepat diisi kembali.

Lebih jauh lagi Nuning juga menjelaskan bahwa masih ada peluang untuk melakukan Combat Sar. Mengingat adanya kemampuan dalam menyelam normal hingga batas kedalaman operasional 48 jam.

Monster Laut Yang Berusia Senja Namun Masih Prima

Kapal selam KRI Nanggala-402 sendiri merupakan kapal selam buatan Jerman yang mulai aktif beroperasi sebagai bagian utama dari alat utama system pertahanan (alusista) Indonesia sejak tahun 1981. Meski sudah berumur kurang lebih 40 tahun, Kapal selam ini diklaim masih dalam kondisi prima ketika digunakan.

KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam jenis cakra kedua yang berada dibawah kendali Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur. Julukan monster laut sendiri merujuk pada kemampuan kapal selam ini dalam menembakan torpedo.

Meskipun sudah cukup berumur, ia mmampu menenggelamkan KRI Rakata yang menjadi sasaran tembak pada latihan operasi laut gabungan, 8 April hingga 2 Mei 2004. Kapal selam yang memiliki motto “tabah sampai akhir” ini juga aktif dalam melakukan berbagai misi, mulai dari hukum, penegakan kedaulatan serta menjaga keamanan dilautan.

Kapal tipe U-209/1300 ini mampu melaju dengan kecepatan sekitar 25 knot atau setara dengan 46,3 kilometer perjam. Usai menjalani overhaul di Korea Selatan pada tahun 2009 hingga tahun 2012, kapal ini memiliki sonar teknologi terbaru lengkap dengan torpedo serta persenjataan mutakhir lainnnya.

KRI Nanggala-402 sendiri memiliki jadwal untuk turut serta dalam latihan penempakan rudak dilaut Bali pada Kamis, 22 April 2021 yang akan disaksikan langsung oleh Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER