Selasa, September 28, 2021
BerandaBerita5 Fakta Jeff Smith Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

5 Fakta Jeff Smith Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kamis, 15 April 2021 artis muda Jeff Smith tertangkap atas dugaan penyalahgunaan narkoba di base camp manajemennya yang berada di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan bersama rekannya yang inisial D. Tentunya penangkapan ini menambah panjang daftar artis muda yang harus kalah dalam jerat narkoba.

Setelah berita penangkapanya, model sekaligus pesinetron muda ini masih menuai perhatian public melalui pernyataan kontroversialnya. Beberapa fakta juga terungkap seiring proses pemeriksaan yang masih berjalan, berikut ulasannya:

  1. Jeff Mengakui Menggunakan Ganja Selepas SMA

Jeff mengakui perkenalannya dengan narkoba jenis ganja bermula sejak ia lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini diamini oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo melalui konferesi pers pada hari Senin kemarin. Jeff juga pernah melakukan rehabilitasi karena ketergantungannya terhadap ganja.

“Pernah melakukan rehap pada Desember 2020, rehap mengajukan sendiri” menurut pernyataan Kombes Andy Wibowo.

2. Pernyataan kontroversial

Setelah tertangkap, actor muda ini menyita perhatian dengan penyataan kontroversialnya dalam konferesi pers pada Senin kemarin. Ia lebih jauh mengungpakpan bahwa ganja tidak layak masuk dalam kategori narkotika golongan I. Tidak hanya mengeluarkan pernyataan, Jeff juga meminta khalayak untuk membuktikan pernyataan tersebut dengan melakukan penelitian.

“Ganja tidak layak dikategorikan (sebagai) narkotika golongan1”, Kata Jeff saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar, pada hari Senin (19/4/21).

“Secepatnya Indonesia harus melakukan penelitian”, lanjut actor yang memiliki nama asli Mark Jeff Smith ini seolah menginsyaratkan pelegalan ganja.  

3. Menggunakan Ganja Satu Minggu Sebelum Tertangkap

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, pemain Magic Tumbler yang genap berusia 23 tahun ini positif menggunakan narkoba jenis ganja. Berbeda dengan hasil pemeriksaan, Jeff mengakui bahwa ia terkahir mengkonsumsi narkoba sekitar dua tahun yang lalu.  

Selama pemeriksaan Jeff Smith juga mendapat tudingan bahwa dirinya tidak bisa bersikap koperatif karena keterangan yang  ia berikan selalu berbeda-beda. Meski sempat menyangkal, akhirnya terungkap bahwa pemuda berdarah Amerika Serikat – Indonesia ini mengkonsumsi ganja seminggu sebelum dirinya tertangkap.

Hal ini dapat terlihat melalui hasil cek urine yang menunjukan garis indicator yang terlihat cukup jelas. “Hasil tes urinenya itu masih sangat tegas satu garisnya itu bukan samar, jelas THC-nya, jadi penyidik masih harus melakukan pemeriksaan,” ungkap Ronaldo.

Kepada polisi juga Jeff mengaku bahwa alasannya mengkonsumsi ganja adalah untuk membantunya tidur karena stess yang dia alami.

4. Barang Bukti

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dalam proses penangkapan Jeff Smith. Yaitu ganja sebanyak 0,52 gram yang ditemukan dalam mobil yang ia gunakan.

Masih dalam konferensi pers, Kombes Ady Wibowo mengatakan bahwa saat penangkapan itu dilakukan penggeledahan serta diamankan barang bukti berupa 1 plastik klip kecil berisi ganja dengan berat 0,52 gram. Kemudian 1 plastik berisi tembakau dengan berat 44 gram yang ada didalam tas ransel. Juga terdapat dua botol lukuid yang diduga merupakan ganja sitentis.

Barang bukti lain yang diamankan oleh polisi adalah 6 lembar kertas papir yang ditemukan dalam sebuah kotak hitam, 2 cangklong (alat penghisap tembakau), lengkap dengan 4 buah buku tentang ganja. Sepertinya Jeff Smith memang ingin membuktikan secara ilmiah bahwa ganja bukanlah termasuk narkoba golongan I.

Jeff Smith sendiri mengakui bahwa koleksi keempat buku yang bertemakan ganja tersebut semata-mata hanya untuk edukasi. Masing-masing memiliki judul ‘Hikayat Pohon Ganja’, ‘Strategi Gerakan Lingkar Ganja Nusantara’, Dunia Dalam Ganja’ serta ‘Kriminalisasi Ganja’.

Kepada polisi, Jeff juga mengakui sudah mengoleksi buku yang dibelinya secara online tersebut sejak pertengahan tahun 2020.

5. Permintaan maaf

Dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba yang menjeratnya, Jeff meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh keluarga besar saya dan orang-orang yang saya sayangi, dan juga saya ingin meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia karena sudah menjadi contoh yang tidak baik dan saya sudah melakukanhal yang tidak patut untuk dicontoh” Jeff menjelaskan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif Jeff Smith menggunakan narkoba berjenis ganja. Akibat perbuatannya, Jeff akan dijerat dengan pasal 127 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER