23 Maret, Hari Meteorologi Sedunia

0
177

Perubahan cuaca yang terjadi seringkali membuat masyarakat bingung dan tidak dapat menemukan alasan serta penjelasan terhadap apa yang terjadi. Misalnya, perubahan cuaca yang tiba-tiba dari panas berubah menjadi hujan yang terjadi begitu saja.  semakin berkembangnya zaman, kemajuan dalam bidang keilmuan memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia. Sebut saja peramalan cuaca, dengan mengetahui cuaca yang akan terjadi dapat memberi banyak keuntungan bagi manusia. Seorang petani sangat bergantung dengan cuaca dan iklim. Ada cuaca tertentu untuk mulai menanam jenis tanaman yang berbeda. Hal ini akan berakibat terhadap kualitas tanaman yang mereka tanam. Meskipun telah mengetahui ramalan cuaca sejak zaman nenek moyang dengan menggunakan cara ilmu “titen”, mereka tidak bisa menjelaskan bagaimana alasan fenomena itu terjadi.

Oleh sebab itu, ada yang disebut dengan ilmu meteorologi. Ilmu ini fokus membahas mengenai cuaca dan dapat menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) meteorologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang ciri-ciri fisika dan kimia atmosfer (meramalkan keadaan cuaca). karena pengaruhnya yang begitu besar,ada hari khusus untuk memperingati hari meteorologi sedunia. Beikut akan diulas megenai sejarah dan peringatan hari meteorologi sedunia.

Sejarah hari meteorologi sedunia

Pada tanggal 23 Maret diperingati sebagai hari meteorologi sedunia setiap tahunya. Pada tahun 1950 pada tanggal yang sama terbentuk sebuah badan dibawah naungan PBB yang memiliki spesialisasi meteorologi, geofisika, dan hidrologi operasional.Organisasi ini  melakukan kerja sama antar bangsa dalam bidang tersebut.  Organisasi ini bernama world meteorological organization atau disingkat dengan WMO.

Berdirinya organisasi WMO bertujuan untuk membangun jaringan stasiun meteorologi.  Memiliki peran penting dalam kontribusinya terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dalam sektor keamanan pangan, sumberdaya air dan transportasi. WMO selalu melakukan kampanye  untuk kepada negara untuk mengurangi emisi gas karbondioksida yang mana polusinya menyebabkan kejenuhan level di atmosfer. Hal tersebut berakibat naiknya suhu di permukaan bumi akibat dari gas rumah kaca.   

Sebelum berdirinya organisasi WMO, pada tahun 1873 berdiri organisasi The International Meteorological Organization (IMO) pada kongres Wina. Pada tanggal 20 Mei tahun 1873, diadakan  kongres meteorologi internasional pertama yang terletak di Wina, Austria dan membentuk sebuah organisasi bernama IMO. Berperan penting dalam pembangunan jaringan meteorologi yang saling berhubungan melalui telegraf. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan prakiraan cuaca.

Dalam sejarah Negara Indonesia, pengamatan mengenai meteorologi dan geofisika sudah dilakukan secara mandiri oleh Dr. Onnen seorang kepala rumah sakit di Bogor. Sejak tahu 1841 beliau melakukan pengamatan dan terus melakukan perkembangan dari tahun ke tahun. Akhirnya , pada tahun 1950 Indonesia bergabung dengan organisasi WMO  dalam mengatasi isu dalam bidang meteorologi.    

Peringatan Hari Meteorologi Sedunia

Sebanyak 191 negara anggota WMO  memperingati Peringatan hari meteorologi sedunia setiap tahun pada tanggal 23 Maret. Setiap tahunya perayaan dilaksanakan dengan cara yang berbeda.  Berbagai acara diselenggarakan seperti simposium, konferensi, serta pameran bagi para profesional meteorologi, dan masyarakat umum. Dalam hal ini, beberapa acara dimaksudkan untuk meningkatkan profil meteorologi. Adapaun setiap negara memiliki tema yang berbeda untuk merayakan hari meteorologi sedunia.  Setiap negara bebas untuk memperingatinya sesuai dengan tema yang ditentukan. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan ilmu kepada masyarakat mengenai ilmu meteorologi.

Peringatan Hari meteorologi di Indonesia 2021

peringatan hari meteorologi pada tahun sebelumnya, tema yang diusung yakni climate and water. Mata dunia yang terfokus pada isu iklim dan air, menjadi latar belakang tema tersebut. BMKG memanfaatkan momentum ini untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam adaptasi dan mitigasi terhadap ketahanan air dan perubahan iklim yang terjadi. Masyarakat dapat berperan dengan langkah kecil namun memiliki dampak yang besar terhadap perubahan iklim. Misalnya menanam pohon, mengurangi pengurangan plastik, mengurangi dalam berkendara motor dan beralih menggunakan transportasi umum dan lain-lain.

Pada tanggal 23 Maret 2021 merupakan peringatan hari meteorologi ke-71. Dalam Peringatan kali ini badan meteorologi, klimatologi dan geofisika mengusung tema samudra, cuaca dan iklim. Karena pandemi yang masih ada di Indonesia, sehingga peringatan dilaksanakan dengan seminar virtual pada tanggal 23-25 Maret. Dalam seminar tersebut akan membahas mengenai meteorologi tropis dan sains atmosfer. Beberapa permasalahan yang terjadi menjadi latar belakang pembahasan dalam seminar. Seperti fenomena banjir Jakarta yang akan mendapatkan sorotan dalam topik peristiwa ekstrem pada seminar kali ini.

Demikian ulasan menarik seputar hari meteorologi sedunia. Organisasi WMO memiliki peran penting dalam isu meteorologi. Namun, tetap saja masyarakat merupakan elemen paling penting dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan bumi. Langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat mungkin terbilang sederhana, namun hal tersebut memiliki dampak besar bagi bumi. Jika bumi terus saja dibiarkan, semakin lama bumi akan semakin sakit. Mungkin bukan masyarakat yang hidup pada saat sekarang yang merasakan kesengsaraan. Nantinya anak cucu pada masa depan yang akan menanggungnya akibat perbuatan masyarakat  hari ini. Yuk, jaga dan selamatkan bumi.