Ereveld Leuwigajah Menyimpan Sejuta Pesona di Cimahi

0
91
everald leuwigajah

Ekspose.ID – Di sudut lahan yang tersembunyi karena terhalangi oleh area pemakaman umum Kristen dan makam Tionghoa. Ternyata ada sebuah pemakaman Ereveld Leuwigajah yang cukup indah dan sangat jauh dari kesan angker.

Meskipun lahan ini berada di pingir jalan Cibeber yang sangat ramai, tapi keindahan makam ini masih terkesan tersembunyi.

Pada masa pendudukan Jepang, wilayah tersebut merupakan sebuah tanah kosong.

Tempat untuk mengubur tawanan yang telah meninggal akibat penyakit dan yang lainnya.

Pada akhirnya mulai tumbuh menjadi sebuah pemakaman seperti yang terlihat sekarang ini.

Sesuai dengan sebutan namanya, Kerkhof, yang dalam bahasa Belanda mempunyai arti ‘Kuburan’.

Areal makam Belanda tersebut batasi oleh sebuah pintu gerbang dengan sebuah tulisan EREVELD LEUWIGAJAH.

Mempunyai warna emas terpatri dengan sangat kokohnya. Gerbang tersebut selalu terkunci serta tidak membolehkan untuk siapapun bisa masuk ke dalam.

Kecuali ada pihak keluarga ataupun ada izin untuk kunjungan khusus kesana.

Pesona Keindahan Ereveld Leuwigajah

Kalau Anda melihat area ini maka akan terlihat hamparan rumput hijau segar yang membentang sejauh dari mata memandang.

Terdapat dua buah gazebo yang berada di samping kanan ataupun kiri dari pintu masuk.

Perlengkapan meja kursi serta juga sebuah rak kecil yang terlihat berisi buku untuk tamu kunjungan.

Beranekaragam bunga terlihat tumbuh di berbagai pot besar yang sangat indah.

Baca:  Urutan Memakai Make Up Sehari-hari

Tanaman semak serta juga tumbuhan merambat terlihat juga sebagai pagar alami dengan sebuah perawatan yang sangat telaten.

Memang sangat kontras dengan suasana pemandangan lahan pekuburan yang ada di depannya.

Satu-satunya sebuah penanda yang akan menandakan bahwa area dari ‘taman’ ini merupakan sebuah kompleks pemakaman.

Berbagai barisan nisan yang berwarna putih terlihat bersih berbaris rapi serta tertata dengan sangat sempurna.

Jika Anda perhatikan dari segi sudut manapun, maka nisan-nisan yang terlihat berjejer tersebut tampak seperti membentuk garis lurus yang sangat simetris.

Baberapa nisan itu juga berbentuk berbagai simbol agama sesuai dengan keyakinan dari jenazah yang telah dikubur di bawahnya.

Sebuah pemandangan makam Belanda yang menyimpan sejuta keindahan dan terletak di Kota Cimahi.

Ereveld Leuwigajah ini merupakan 1 dari 7 makam kehormatan milik Kerajaan Belanda yang terdapat di Indonesia.

Taman makam tersebut diresmikan pada tanggal 20 Desember 1949 dan pada saat ini dikelola oleh sebuah Yayasan Makam Kehormatan Belanda ataupun Oorlogsgravenstichting (OGS) yang berada di bawah Kerajaan Belanda.

Ereveld Leuwigajah

Ada 5.000 Nisan di Ereveld Leuwigajah

Pengawas kompleks pemakaman Ereveld Leuwigajah, Franky Tuhumury, mengatakan, di Taman Makam Pahlawan Belanda itu terdapat sekitar 5.000 makam.

Di makam tersebut bukan hanya ada makam para tentara Belanda, akan tetapi ada pula makam warga Indonesia yang bekerja kepada Belanda di masa penjajahan Jepang.

Baca:  HP Oppo Kamera Depan 16MP, Fitur Handal dan Mumpuni

Pemusatan 22 Ereveld ke Pulau Jawa

Sebelum terdapat ribuan makam seperti pada saat ini, di makam tersebut hanya terdapat beberapa nisan.

Setelah ada sebuah instruksi pemusatan makam ke Pulau Jawa, maka makam KNIL yang awalnya tersebar di Pulau Sumatra dan juga beberapa pulau yang lain pun mulai ke Jawa.

Sampai pada saat ini, setidaknya ada 7 ereveld di Pulau Jawa yang masih sangat eksis.

Tujuh ereveld yang ada di Pulau Jawa itu yaitu berada di Ereveld Leuwigajah di Kota Cimahi, Ereveld Pandu di Kota Bandung, Ereveld Menteng Pulo dan juga Ereveld Ancol di Jakarta.

Ereveld Kalibanteng dan Ereveld Candi yang ada di Semarang, serta juga Ereveld Kembang Kuning di Surabaya.

Untuk Ereveld Leuwigajah ini memang tercatat dengan jumlah makam yang terbanyak dari tujuh ereveld yang lainnya.

Thomas Karsten, Arsitek Kota Semarang dan Kota Cimahi

Franky juga mengungkapkan, dari ribuan makam yang terdapat di Ereveld Leuwigajah, ada makam tokoh Belanda yang jarang terpublikasi.

Makam tersebut adalah milik Herman Thomas Karsten, seorang arsitek asal Belanda yang telah meninggalkan jejak berupa desain tata Kota Semarang dan juga Kota Cimahi.

Dia tercatat juga sempat menjadi seorang lektur yang luar biasa di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Planologi.

Ereveld Leuwigajah

Sebagian Besar Meninggal Sebagai Tawanan Jepang

Para tentara Belanda tersebut tawanan tentara Jepang. Mereka itu di kamp konsentrasi di wilayah Kota Cimahi.

Baca:  Aplikasi Asisten Pribadi, Berikut Pilihan Rekomendasi Terbaik

Pada saat ini, untuk lokasi kamp konsentrasi tersebut memang menjadi lembaga militer.

Mereka yang telah gugur bukanlah meninggal di medan perang, melainkan akibat dari kekejaman tentara Jepang pada saat itu.

Mereka meninggal karena banyak faktor. Di beberapa literatur, tentara Belanda tersebut meninggal karena kelaparan dan penyiksaan.

Para tawanan ini memang sering memakan tikus-tikus yang berada di penjara, bahkan juga meminum air seninya sendiri, jadi mereka yang tidak kuat kemudian meninggal.

Itulah seputar pemakaman Leuwigajah yang terdapat di Cimahi. Pemakaman yang sangat luas yang menyimpan sejuta keindahan dan kenangan yang terlupakan. (CW002)

Editor : Deni Supendi