Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaTokocrypto, Jual Beli dan Trading Aman di Indonesia

Tokocrypto, Jual Beli dan Trading Aman di Indonesia

Ekspose.ID – Tokocrypto masih terdengar cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Mungkin segelintir orang pernah mendengarnya namun belum cukup paham tentang hal ini.

Memang hal ini tergolong wajar lantaran perusahaan tersebut baru berdiri beberapa tahun belakangan. Tepatnya di tahun 2017 secara resmi berdiri tetapi beroperasi pada 2018.

Sampai saat ini, perusahaan terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara kerja mereka juga terkait aset digital.

Tujuannya adalah agar masyarakat mengenal mereka dan melakukan transaksi berupa jual, beli ataupun trading melalui perusahaan tersebut.

Kendati tergolong baru, perusahaan ini sudah memegang legalitas secara resmi dari badan milik pemerintah. Dengan demikian, masyarakat yang hendak bertransaksi di perusahaan merasa aman dan tidak takut kehilangan aset mereka.

Jika keberadaan Tokocrypyo ini membuat Anda tertarik namun belum begitu paham tentangnya tak perlu khawatir. Berikut uraian lengkap tentang hal tersebut juga berita terbaru mereka.

Sekilas Tentang Tokocrypto

Perusahaan bernama lengkap Tokocrypto Digital Exchange merupakan badan usaha dengan basis digital di Indonesia yang sudah teregulasi. Bidang usahanya yaitu perdagangan aset bernama kripto.

Usaha tersebut berdiri pada tahun 2017 akhir namun mulai aktif perbulan Mei 2018. Pengenalan pada publik mereka lakukan di tanggal 15 September tahun 2018.

Beberapa waktu kemudian atau tepatnya di bulan November 2019, perusahaan secara resmi sudah terdaftar di BAPPEBTI atau singkatan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

Karena itulah perusahaan menjadi pedagang dalam aset kripto pertama yang secara resmi berada di naungan lembaga tersebut.

Orang yang tercatat secara resmi sebagai pendiri bernama Pang Xue Kai dengan pihak lain seperti COO bernama Teguh Kurniawan Harmanda. Selain itu orang yang menjabat sebagai CMO bernama Nanda Ivens.

Kantor pusat yang menjadi tempat keberadaan perusahaan ini di gedung AXA  lantai 37 daerah Setiabudi. Tepatnya di jalan Prof. Doktor Satrio, dalam Kavling 18, Suite 3 Karet Kuningan Jakarta Selatan.

Bentuk usaha ini sudah mempunyai dua cabang di Indonesia berada di kota Yogyakarta juga Bandung.

Sejarah Keberadaan Perusahaan

Tahun 2017 lalu, perusahaan Tokocrypto secara resmi lahir yang berasal dari beberapa orang tergabung secara kelompok. Sekelompok penggemar kripto atau mereka yang antusias itu berada di Indonesia.

Kelompok orang ini mempunyai keyakinan tentang manfaat yang bisa masyarakat dapatkan dari penawaran teknologi blockchain.

Saat awal kemunculannya, perusahaan ini mendapat dukungan dari sebuah perusahaan yang berasal dari negara tetangga yaitu Singapura bernama QCP capital.

Publik secara resmi mengetahui keberadaan Tokocrypto ini melalui peluncurannya di tanggal 15 September 2018. Saat peluncuran tersebut terdapat sejumlah agenda utama antara lain guna menghadirkan konten berupa informasi terkini mengenai aset digital.

Agenda lainnya yaitu menjangkau komunitas berisi perkumpulan blockchain serta cryptocurrency guna saling berbagi informasi juga pengetahuan. Tak sampai situ saja, agenda lainnya adalah tentang melibatkan publik dalam bentuk proyek bidang aset digital di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Pengguna aktif yang ada di dalam Tokocrypto ini berjumlah 70.000 lebih. Sedangkan jumlah transaksinya mencapai 9.476.281 aset kripto lebih.

Produk yang bisa pengguna perdagangkan di dalamnya berupa ETH atau Ethereum, BTC yakni Bitcoin, XRP yaitu Ripple.

Aset lainnya yaitu BNB atau Binance Coin, juga Tether USDT masih banyak perdagangan lainnya yang berada dalam 500 besar di coinmarketcap.com berdasarkan ketentuan berlaku.

Perkembangan perusahaan ini pun terus berlanjut terbukti di tahun 2020 sudah meluncurkan Tokocrypto 2.0 yang memuat berbagai kelebihan. Antara lain token lebih banyak, likuiditas baik, kemana terjamin, dan ragam fitur lainnya.

Di bulan Mei 2020, Tokocrypto memperoleh suntikan dana dari sebuah perusahaan yang bergerak di perdagangan aset kripto. Perusahaan tersebut bernama Binance juga merupakan pengembang bidang blockchain secara global dengan usaha pusat di Malta.

Hasil dari kerjasama antara perusahaan bersama Binance, mereka meluncurkan produk berupa aset kripto lainnya dengan basis rupiah bernama BIDR yaitu Binance IDR di bulan Juni 2020.

Peluncuran Toko Token

Sebagai platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto ini secara resmi merilis Toko Token. Hal ini sebagai sebuah bentuk upaya dukungan terhadap desentralisasi keuangan.

Toko Tokens atau TKO ini sudah tersedia sejak Agustus 2020 lalu sebagai sebuah sistem hadiah. Sistem ini diperuntukkan bagi para pengguna yang sudah bergabung dengan perusahaan Tokocrypto dan saling membagikan kode referensi masing-masing.

Saat peluncurannya hampir bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Karena itulah tiap referral yang berhasil saling berbagi baik pemberi maupun penerima akan mendapatkan sejumlah 75 TKO Toko Tokens.

TKO ini berfungsi sebagai elemen DeFi seperti pada tabungan, pinjaman, juga staking dan termasuk ke dalam proses pengenalan ke dalam ekosistemnya.

Sebagai peningkatan terhadap pengetahuan di masyarakat mengenai blockchain, DeFi maupun aset kripto , perusahaan menyelenggarakan acara bernama Indonesia Blockchain Week di tahun 2020 lalu.

CEO juga Co Founder Tokocrypto yaitu Pang Xue Kai menyatakan bahwa acara Indonesia Blockchain Week ini bertujuan guna meningkatkan kesadaran juga edukasi masyarakat akan teknologi tersebut serta potensinya cukup besar untuk mereka.

Mereka mengusung tema berupa Decentralized Finance sebab banyaknya minat dari warga Indonesia juga potensi yang ada guna meningkatkan bidang industri keuangan di tanah air.

Menjadi Trader di Aplikasi Mobile Perusahaan

Dahulu, seorang trader yang hendak melakukan pemantauan terhadap pergerakan sebuah harga di suatu market tiap waktunya cukup mengalami kesulitan. Sebab mereka harus datang ke tempat bursa efek yang cukup jauh.

Akan tetapi semua itu kini lebih praktis sebab bisa dilakukan melalui gawai saja secara daring. Hal inilah yang perusahaan lihat dan mewujudkannya melalui aplikasi mobile Tokocrypto. Aplikasi ini meluncur di bulan November 2020 lalu dengan basis android.

Bahkan aplikasi tersebut juga sudah tersedia untuk para pengguna iOS. Di dalamnya sangat memungkinkan para pengguna atau nasabah untuk bertransaksi aset kripto, juga mengirimkan maupun menyimpannya melalui ponsel pintar saja di mana pun dan kapan pun.

Aplikasi Tokocrypto ini menjanjikan kemudahan untuk para nasabah sebab mereka bisa langsung bertransaksi di laman depan. Hal tersebut bisa anda lakukan setelah melakukan tahap login. Jika sudah mengunduh aplikasi tersebut via google play store ataupun app store, segera daftarkan diri dan menyelesaikan proses KYC.

Baik proses pendaftaran diri juga tahap KYC ini tidak membutuhkan waktu lama sehingga tergolong cepat dan mudah.

Saat pendaftaran telah selesai, anda bisa langsung menyetor sejumlah uang minimal 50 ribu rupiah ke virtual akun di dalamnya. Jika dana sudah berhasil masuk, statusnya akan menjadi BIDR dengan nilai serupa dengan rupiah.

Kemudian, pengguna sudah bisa mulai melakukan pembelian aset kripto pertama mereka misalnya BTC atau bitcoin.

Dalam aplikasi Tokocrypto ini, anda bisa melihat semua riwayat transaksi juga saldo pada menu dompet. Tentunya dengan kehadiran teknologi tersebut bisa semakin mempermudah masyarakat berdagang aset kripto dan mendapatkan sejumlah uang.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER