Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaTencent Holdings, PerusahaanTeknologi China

Tencent Holdings, PerusahaanTeknologi China

Ekspose.ID – Tencent Holdings, PerusahaanTeknologi China. Tidak banyak yang mengenali Ma Huateng. Tetapi dalam dunia bisnis, dia merupakan selaku salah satu dari pengusaha terkaya di Asia di bidang teknologi.

Kekayaan Ma Huateng berasal dari Tencent Group yang dia miliki. Hanya di kenal, Tencent Group ialah industri teknologi yang memahami sebagian besar pasar industri permainan di dunia dan portal website serta ecommerce di Asia. Berikut biografi serta cerita suksesnya pendiri tencent group ini.

Profile Ma Huateng

Ma Huateng lahir di provinsi Guangdong, Cina pada bertepatan pada 29 oktober 1971. Biasa di panggil dengan nama Pony Ma. Bapaknya bernama Ma Chenshu yang bekerja selaku seseorang manager di pelabuhan Shenzhen serta ibunya bernama Huiqing Huang.

Kala masih anak muda, Ma kerap menemani bapaknya bekerja di pelabuhan. Sehabis lulus sekolah, Ma Huateng masuk di Universitas Shenzhen di tahun 1989 di jurusan ilmu pc serta lulus pada tahun 1993 dengan gelar Bachelor of Science.

Sehabis lulus kuliah, Ma Huateng kemudian bekerja di sebuah Cina Motion Telecom Development suatu industri layanan telekomunikasi. Di tempat kerjanya, tugas Ma merupakan meningkatkan fitur lunak buat pager. Dia memperoleh pendapatan sebesar 176 dollar perbulannya.

Sehabis itu, Ma pindah serta bekerja di Shenzhen Runxun Communcations. Di sana dia bekerja di kementerian riset serta pengembangan buat layanan panggilan lewat internet. Ma berjumpa dengan 4 temannya kala kuliah ialah Chen Yidan, Zhan Zhidong, Xu Chenye serta Zhen Liqing. Bersama dengan keempat temannya tersebut, Ma Huateng mulai mendirikan akan Tencent di bulan november tahun 1998.

Pendirian akan Tencent ini di dukung sekali oleh keluarga Ma Huateng. Di awal dari pendirian Tencent, maka Bapaknya menolong Ma dalam perihal keuangan serta akunting. Ibunya menolong Ma dalam mendaftarkan industri tersebut serta jadi Corporat Representativenya, Ma Huateng sendiri bekerja selaku CEO dari Tencent Group.

Sejarah Tencent Holdings

Ma Huateng ataupun banyak orang mengenalnya dengan Pony Ma, ialah orang yang mendirikan Tencent Holdings. Pada tahun 1999, Ma Huateng serta teman- temannya mendirikan produk pertamanya berbentuk pesan pendek dengan nama OICO serta berubah nama jadi QQ.

Sehabis satu tahun produk ini meroket di pasaran, nyaris satu juta orang yang telah memakai aplikasi ini. Tetapi pada di kala itu, Tencent sendiri belum memperoleh keuntungan.

Pada tahun 2001, barulah Tencent memperoleh keuntungan yang lumayan besar serta apalagi aplikasi tersebut lumayan terkenal serta membuat perusahaannya sukses masuk ke dalam catatan Hongkong Stock Exchange.

Sebab tidak puas, Tencent juga terus meningkatkan bisnisnya serta menghadirkan Qzone.

Aplikasi ini ialah salah satu jaringan sosial yang multimedia. Ma Huateng memutuskan buat dapat membuat kerjasama supaya usaha nya terus menjadi tumbuh dengan baik.

Usahanya membuahkan hasil yang baik, serta dia membuat Tencent Holding terus menjadi sukses dengan aplikasi yang telah tersebar sampai 492 juta pengguna yang aktif di tahun 2011. Melihatnya banyak peluang, kesimpulannya industri ini terus menjadi tumbuh pesat.

Aplikasinya juga terus menjadi menarik, sebab telah banyak fitur yang terdapat apalagi dari permainan yang free sampai Kamu bisa menjadikannya selaku langganan  pembayaran semacam WeChat yang masih populer sampai dikala ini.

Apalagi sampai di kala ini, We Chat ialah aplikasi yang tidak dapat lepas dari bermacam kehidupan oleh seluruh warga Cina. Bukan cuma pesan saja, tetapi We Chat pula mempunyai game yang bisa Kamu pakai di kala kebosanan menyerang.

Usaha Tencent Holdings

Tencent Holding nyatanya tidak main- main dalam menggarap pasar Indonesia. Raksasa teknologi asal Cina ini telah berinvestasi miliaran dolar AS di beberapa startup Indonesia.

 Senior Director Tencent International Business Group Benny Ho berkata keadaan Indonesia sama dengan Cina 6 ataupun 7 tahun kemudian. Kala itu, penetrasi internet masih rendah, namun memiliki pasar yang lumayan menjanjikan.

Benny Ho menerangkan besarnya pasar di Indonesia nampak dari donasi internet yang masih kecil terhadap bisnis. Baru 1% dari Gross Domestic Product( GDP).” Kami memiliki komitmen buat mendesak creative industry di Indonesia,” jelasnya.

Tencent ini masuk Indonesia pada tahun 2013. Waktu itu untuk Tencent ini menggandeng MNC Group untuk menjadikan aplikasi WeChat selaku sebuah aplikasi formal yang ada di dasar manajemen MNC serta juga kembangkan teknologi dan aplikasi mobile internet.

Bisnis yang Menggurita

Kemudian pada 2017, Tencent menyuntikkan Go- Jek sebesar US$1, 2 miliyar. Tahun ini di ketahui bersama dengan sebuah Warburg Pincus, maka Tencent kembali untuk menyuntik Go- Jek sekitar US$1 miliyar buat membiayai perluasan di Asia Tenggara. Go- Jek ialah industri aplikasi berbagi tumpangan( share hailing).

Tencent pula masuk ke Indonesia lewat sebuah aplikasi bernama JOOX. Aplikasi tersebut menawarkan sebuah layanan untuk mendengar musik, chat dengan artis sampai karaoke bareng dengan pendengar yang lain.

Terkini merupakan rencana WeChat Pay masuk Indonesia. Di kala ini Tencent lagi melaksanakan finalisasi kerja sama dengan Bank BNI supaya WeChat Pay dapat digunakan oleh Wisatawan Cina di Indonesia.

Selain suntikan langsung, Tencent pula melaksanakan perluasan dengan metode tidak langsung, lewat JD. com. Startup itu ialah industri e- commerce asal Cina di mana Tencent ialah salah satu pemegang saham utama industri. Di Indonesia JD. com memiliki anak usaha berupa e- commerce bernama JD. ID.

JD. com melaksanakan investasi di Traveloka. Ini ialah industri pemesanan akan tiket online. JD. com ini masuk dalam sebuah putaran pendanaan pada tahun 2017 yang mulai sukses mengumpulkan dana sekitar US$500 juta.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER