Rabu, September 29, 2021
BerandaBeritaSelamat Jalan Ki Manteb Sudarsono, Karyamu Abadi

Selamat Jalan Ki Manteb Sudarsono, Karyamu Abadi

Kabar duka datang dari dalang wayang kulit legendaris Indonesia yakni Ki Manteb Sudarsono, meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 202 di kediamannya Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dari pihak Sekretaris Paguyuban Dalang Surakarta (Padasuka), Sugeng Nugroho mengkonfirmasi langsung kabar meninggalnya Ki Manteb Soedharsono, Jumat pagi sekitar pukul 09.45 WIB.

“Saya mendapatkan informasi itu dari istri Ki Manteb. Bu Manteb melalui Wa, kemudian saya tanggapi, iki bener ora mbak? Karena ngga segera dijawab langsung saya telepon. Keluarga sudah pada menangis” ungkap Sugeng Nugroho. Ki Manteb Sudarsono seringkali disapa dengan julukuan “Dalang Oye” atau ada juga yang menyebutnya sebagai “Dalang Setan”.

Beliau lahir di Palur, Mojolaban, Kabupaten  Sukoharjo, 31 Agustus 1948, dan menutup mata pada usia 72 tahun. Kegesitan tangan beliau ketika memainkan wayang kulit mengantarkan Ia pada gerbang kesuksesan sekaligus mendapatkan julukan tersebut.

Profil Ki Manteb Sudarsono

Inilah profil Ki Manteb Sudarsono, sang legendaris wayang kulit Indonesia.

Putra Pertama Ki Hardjo Brahim

Ki Manteb Sudarsono merupakan putra pertama dari Ki Hardjo Brahim yang juga seorang seniman legendaris. Sedangkan Ibu Ki Manteb seorang seniman penabuh gamelan, dan ternyata darah seniman beliau dapatkan dari kedua orang tuanya hingga mampu dikenang oleh masyarakat Indonesia sampai kapanpun.

Mendapatkan Julukan “Dalang Setan”

Tak bisa dipungkiri bahwa Ki Manteb Soedharsono merupakan seorang dalang wayang kulit ternama dari Jawa Tengah. Semangatnya untuk terus berkarya beliau dedikasikan sepenuh hati untuk Tanah Air Indonesia. Lantaran ketrampilannya saat memainkan wayang kulit menjadikan beliau mendapatkan julukan “Dalang Setan”.

Perjalanan Karir

Ketertarikannya terhadap wayang kulit sudah beliau rasakan sejak kecil, dan menjadi dalang yang laris pada saat itu. Sehingga pendidikannya harus terbengkalai, dan memutuskan untuk mendalami kariernya dalam mendalang. Untuk melatih kemampuan yang dimiliki, Ki Manteb Sudarsono mendalami seni menggerakan wayang atau istilahnya sabet. Selain itu, beliau juga banyak belajar kepada dalang yang sudah profesional. Misalnya dalang legendaris seperti Ki Narto Sabdo pada tahun 1972, dan Ki Sudarman Gondodarsono yang ahli dalam sabet pada tahun 1974.

Meskipun Ki Manteb Sudarsono sempat putus sekolah, tetapi bukan berarti beliau tidak berhak untuk mengejar mimpi dan meraih kesuksesan. Hal tersebut beliau buktikan dengan memenangkan sederet prestasi peraih rekor MURI. Sebut saja pada tanggal 4-5 September 2004, Ki Manteb Sudarsono berhasil memecahkan rekor dengan mendalang selama 24 jam 28 menit tanpa berhenti dengan memainkan lakon Baratayudha.

Berkat pergelaran seni mendalangnya itulah Ki Manteb Sudarsono mampu mendapatkan rekor MURI sebagai pergelaran wayang kulit terlama. Hebatnya lagi, ketika Ki Manteb Sudarsono diperiksa oleh tim dokter, beliau dinyatakan dalam kondisi prima. Selain fokus mendalang, Ki Manteb Sudarsono juga sukses membuat buku berjudul “ Ki Manteb Sudarsono Pemikiran dan Karya Pedalangannya”. Selamat jalan Ki Manteb Sudarsono, karyamu akan selalu dikenang.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER