Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaSekilas Mirip Namun Tak Serupa, Ini Perbedaan Belut dan Ikan Sidat

Sekilas Mirip Namun Tak Serupa, Ini Perbedaan Belut dan Ikan Sidat

Ekspose.ID – Sekilas mirip namun tak serupa, berikut ini perbedaan antara belut dan ikan sidat.

Bila melihatnya secara sekilas, ikan sidat dan belut bila memang tampak mirip.

Mungkin sisi morfologinya yang panjang serta kulit licin itulah, yang menyebakan banyak orang mengira sidat dan belut serupa.

Walaupun tampak persis tapi sebenarnya kedua jenis ikan tersebut amat berkebalikan baik sudut familinya maupun habitatnya.

Belut atau Monopterus albus masuk family Synbranchidae, sedangkan sidat ataupun Anguilla spp masuk dalam family Anguillidae.

Konsumsi ikan Sidat oleh masyarakat Indonesia kurang terkenal ketimbang ikan belut.

Kebanyakan masyarakat Jepang mengenal sidat dengan nama unagi.

Oleh orang Jepang, ikan sidat mereka olah sebagai campuran dari shusi dan pepes.

Mereka memasaknya dengan dengan cara mepanggangnya.

Makanan jenis ini terkenal dengan sebutan kabayaki.

Ikan sidat amat populer di daerah asia terutama di Jepang.

Orang Jepang sangat mengistimewakan ikan sidat.

Mereka mampu mengolah ikan sidat secara tradisional maupun modern.

Di Jepang, ikan sidat juga terkenal dengan sebutan Japanese ell.

Adapun belut, amat terkenal di Indonesia.

Mulai dari pelosok desa sampai penjuru kota, siapa yang tak mengenal ikan belut.

Lazimnya belut oleh orang Indonesia, bisa mereka olah dengan berbagai macam olahan masakan.

Mulai dari masakan rica-rica belut, asam pedas, pepes serta paling menjadi favorit adalah belut crispi.

Banyak orang menggunakan belut krispi sebagai usahanya.

Karena belut memang sangat masyarakat Indonesia gandrungi.

Berikut penjabaran lebih lengkap tentang perbedaan antara sidat dan belut.

Mari simak baik-baik ulasannya!

Perbedaan Belut dan Sidat

1. Klasifikasi

Untuk klasifikasi ikan sidat ialah, sidat berjenis filum Chordata, berkelas Actinopteryqii.

Ikan sidat bersubkelas Neopterryqii dan masuk pada divison Teleostei.

Sidat mempiliki ordo Anguilliformes, masuk keluarga Anguillidae.

Sidat bergenus Anguilla ini termasuk spesies anguilla spp.

Klasifikasi dari belut yakni, Belut ialah sejenis ikan masuk kategori Teleostei.

Masuk juga ordo Synbranchoidae.

Belut masih termasuk anggota keluarga Synbranchoidae.

Bergenus Synbranchus.

Serta satu spesies dengan Synbranchus bengalensis Mc clel yakni jenis rawa.

Monopterus albus Zuieuw berjenis sawah dan Macrotema caligans Cants berjenis kali atau laut.

Tentang penyebutan, belut tak memiliki nama lain.

Sedangkan sidat memiliki nama lain seperti pelus, moa, uling, paling dan lubang.

Penamaan ini merujuk berdasarkan variasi dan jenisnya yang beragam.

2. Morfologi

Sidat mempunyai bentuk badan bundar serta memanjang sepintas persis layaknya belut.

Lazimnya, ikan jenis ini bisa anda temui di daerah persawahan.

Salah satu ciri khas pembeda sidat dan belut ialah sidat mempunyai sirip dada (pectoral fin).

Ukurannnya mini serta menempel di belakang kepala, sedangkan belut tidak punya.

Postur badan sidat tak sama dengan belut walaupun sekilas mirip karena sama-sama panjang.

Namun yang membedakan wujud sidat lebih bulat dan ekornya papak.

Namun belut lebih pipih serta ekornya lumayan runcing.

Ikan sidat mempunyai kumis, pada belut tidak ada.

Belut mempunyai badan yang pannjang mirip ular, sama seperti sidat juga.

Permukaan kulit licin serta berlendir jika saat anda memegangnya.

Tidak memiliki sirip dan tidak bersisik pada perutnya.

Ukuran matanya kecil, terlihat samar karena terselubung oleh kulitnya.

Mempunyai gigi berwujud kerucut sangat runcing dan tajam.

Bentuk dari bibirnya merupakan lipatan kulit yang luas.

Dubur terdapat dada paling ujung.

3. Warna tubuh

Warna belut kuning agak kecoklatan mirip lumpur tanah.

Sedangkan warna badan sidat pada bagian punggung berwarna abu-abu tua serta pada bagian dada, perut berwarna putih.

4. Jenis

Spesies sidat yang ada di seluruh dunia sekitar 18 jenis.

Dan yang lebih terkenal adalah golongan Anguilla marmorata atau disebut Anguilla sp.

Sedangkan spesies belut di Indonesia sendiri terpilah atas tiga jenis.

Jenis-jenis tersebut antaralain, yakni belut sawah (Monopterus albus Zuieuw), belut rawa (Synbranchus bengalensis Mc clel), dan belut kali/ laut (dan Macrotema caligans Cants).

5. Struktur Badan

Ikan sidat memiliki struktur tulang persis dengan ikan pada umumnya misalnya : tengiri, mujaer, maupun cakalang.

Wujud struktur ikan sruktur tulang ikan sidat sebaris menghadap keatas maupun kebawah.

Sementara struktur tulang ikan belut komplek menyerupai tanda plus.

Hal ini menyulitkan anda mengolahnya atau menjadikannya fillet.

6. Tempat Hidup

Perbedaan menonjol lainnya antara sidat dan belut ialah sidat ada dimana saja, kecuali daerah kutub.

Sidat hidupnya mengembara kemana-mana, bisa hidup di parit, rawa maupun laut.

Selain itu, sidat juga berkarakter predator.

Sidat terkenal sebagai hewan pengembara, kerena itulah sidat berharga mahal.

Sementara belut sukanya berada pada tanah lumpur bercampur air.

Meskipun tanah yang belut tinggali sedikit air, belut mampu bertahan.

Serta menghirup udara bersih (O2) lewat kulitnya.

Ikan jenis belut kerasan dengan tanah berlumpur, contohnya pada sawah atau rawa.

Belut akan berusaha mendapatkan tempat baru barujika mengalami suhu yang panas dan panjang pada tempat sebelumnya.

Belut tak memerlukan situasi geografis serta cuaca tertentu, jadi belut bisa hidup di perairan yang berisi oksigen rendah.

Beda sekali dengan belut, sidat tak membutuhkan media berkembang berupa lumpur mirip belut serta bersifat fleksibel.

Sidat bisa hidup di dua jenis perairan (asin serta tawar) dan lebih menyukai habitat dengan salinitas rendah.

Ikan sidat bisa hidup di air yang mengandung banyak NaCl dan berasa asin, meskipun ada beberapa bisa hidup di air tawar.

Sidat pun senang hidup di air jernih yang berisi O2 terlarut bersuhu 25-30 derajat celcius.

7. Siklus Hidup

Siklus hidup sidat lumayan panjang daripada belut.

Sidat besar lazimnya menghuni di hulu sungai ataupun danau.

Tetapi sidat berpindah ke laut saat telah matang gonad buat memijah hingga kedalaman >6000 m dpl.

Belut terbilang hewan hemaprodit (berkelamin ganda).

Pada belut ada peralihan kelamin dari betina ke jantan saat sudah besar.

Sepanjang peralihan, belut akan amat beringas sampai jadi kanibal bisa memakan sejenisnya.

Sidat memiliki karateristik, yaitu dapat memastikan jenis kelamin yang pas dengan situasi alam sekitar.

Saat sudah besar, sidat beralih warna condong keperakan.

Sebelumnya, ketika melewati air tawar, sidat mengalami tahapan transparan serta beralih warna kuning.

8. Pemijahan

Gerak gerik sidat dan belut ketika mau melakukan pemijahan tampak amat lain.

Ketika akan berkembang biak, sidat berpindah tempat dari air tawar menuju laut.

Sidat besar dengan usia sampai belasan tahun akan memijah di kedalaman laut 200 sampai dengan 1000 meter.

Ketika sudah berakhir, sidat balik lagi ke kali dengan membiarkan telur-telurnya tetap di air laut.

Saat telur telah menetas, perilaku anak sidat persis seperti induknya, yakni beralih menunju ke air tawar untuk tumbuh menjadi besar.

Beda sekali dengan belut, selama hidupnya, mulai kecil sampai besar, hanya berada pada satu tempat saja, yaitu perairan tawar yang berlumpur.

9. Ketentuan hidup ideal

Tempat yang mau anda jadikan sebagai lahan pembudidayaan sidat seharusnya situasi tanah bertekanan padat pada pH 5-7 dan berdekatan dengan sumber air.

Sedangkan terhadap belut, tanah yang akan anda gunakan sebaiknya berisi humus.

Sebab humus adalah media yang bagus sebagi substrat lunak serta dapat menjaga meterial organik serta air dengan bagus.

Bagi belut, tanah lumpur yang mengandung humus merupakan tempat yang sangat baik karena substrat yang liat dapat menahan bahan organik dan air dengan baik.

Itulah sekelumit ulasan tentang perbedaan sidat dan belut.

Semoga bisa mengambil manfaatnya.

Apabila anda mengetahui perbedaan yang lain, anda bisa mengisi kolom komentar dibawah ini ya.

Editor : Yuli Astutik








Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER