Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaPotret Pendidikan Indonesia: Pendidikan Dikenai PPN, dan Inilah Dampaknya

Potret Pendidikan Indonesia: Pendidikan Dikenai PPN, dan Inilah Dampaknya

Berita mengenai pendidikan di Indonesia yang akan dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menimbulkan rekasi tersendiri. Tidak hanya pada sektor pendidikan saja, melainkan sektor sembako mengalami hal serupa. Sesuai dengan rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap jasa pendidikan melalui revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Kebijakan tersebut tentu menuai kritik di kalangan masyarakat, apalagi pandemi tak kunjung berhenti. Pendidikan dan ekonomi menjadi satu kesatuan untuk negara lebih maju. Karena sektor pendidikan mampu memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan bersifat aksiomatik. Pendidikan menjadi alat penggerak terhadap lajunya ekonomi. Apa dampak ketika pemerintah menerapkan kebijakan pendidikan dikenai PPN ? Berikut ulasannya.

Dampak PPN Terhadap Pendidikan

Nadia Fairuza selaku Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memberikan masukan terhadap pemerintah. Menurutnya kebijakan tersebut mampu mempengaruhi upaya-upaya pemulihan pendidikan. Seharusnya sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Selain itu, penerapan PPN terhadap pendidikan merupakan langkah yang kontraproduktif dan menjadi penghambat pemulihan pendidikan di era pandemi.

Penurunan belajar, kriminalitas meningkat, akses dan mutu tidak merata, peningkatan dropout, SDM menurun, biaya meningkat menjadi dampak tersendiri. Sehingga menimbulkan putus sekolah semakin meningkat dan pengangguran. Jika sudah seperti itu, pendidikan di Indonesia tidak akan bisa maju. Terlebih lagi masih ada beberapa permasalah di sektor pendidikan Indonesia yang sampai saat ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Berikut penjelasannya.

4 Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Segala aspek dalam suatu negeri memang tidak lepas dari namanya kebijakan, dan kebijakan bisa memberikan dua pengaruh yakni positif atau negatif. Tak terkecuali pada sektor pendidikan yang masih memiliki permasalahan cukup serius dan mungkin tak kunjung di selesaikan. Padahal pendidikan menjadi faktor penting terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketersediaan Dana Pendidikan Yang Minim

Bayangkan apabila pemerintah menerapkan PPN pada sektor pendidikan kebijakan PPN. Ketersediaan tidak hanya berlaku pada biaya pendidikan di informal atau formal saja. Melainkan biaya untuk membayar fasilitas dan properti. Misalnya membayar buku, seraga, alat tulis, dan transportasi.

Nah bagi masyarakat kalangan rendah tentu mengalami kesulitan dalam masalah biaya pendidikan. Kebijakan yang ditetapkan pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pendidikan di Indonesia.

Kurangnya Bahan Belajar Mengajar

Bahan belajar mengajar seperti buku pelajaran, latihan soal sudah sepatutnya tersedia dan memadai bagai peserta didik dan tenaga pendidik. Upaya pemerintah adalah memberikan bantuan berupa bahan belajar ke wilayah-wilayah terpencil dan latar belakang masyarakat kurang mampu. Apabila upaya tersebut teralisasi dengan baik mampu meminimalisir permasalahan pendidikan di Indonesia.

Bagi tenaga pendidik seperti guru juga memerlukan bahan ajar berupa materi berkulitas sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Apabila menggunakan bahan ajar yang tidak sesuai kurikulum proses belajar mengajar kurang maksimal dan peserta didik kesulitan menyerap ilmu. Maka dari itu berikan yang terbaik untuk pendidikan Indonesia.

Kulitas Tenaga Pendidikan Rendah

Menurut Global Education Monitoring (GEM) Report pada tahun 2016 oleh UNESCO. Pendidikan di Indonesia menempati posisi ke 10. Rendahnya kualitas tenaga pendidik juga akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.

Data menyebutkan bahwa ada 382 % atau 3 juta lebh total guru pada tahun 1999 hingga 2000. Hal tersebut tidak sebanding dengan jumlah peserta didik sekitar 17 %, selain itu ada sekitar 52% belum memiliki sertifikat profesi dan 25% guru tidak memenuhi kualifikasi akademik.

Fasilitas Kurang Memadai

Permasalahan pendidikan di Indonesia selanjutnya adalah mengenai fasilitas yang kurang memadai. Fasilitas seperti ruang belajar, papan tulis, meja, kursi, laboratorium, alat elektronik, dan segala isinya. Nah apabila  fasilitas di suatu lembaga pendidikan kurang memdadai tentu akan mengganggu proses belajar mengajar tidak maksimal.

Karena fasilitas yang memadai akan menciptakan suasanan belajar mengajar yang nyaman, dan membuat peserta didik lebih kosentrasi dalam menimba ilmu. Bagi guru juga akan lebih semangat memberikan materi kepada pesera didik.

Minoritas Bagi Kelompok Difabel

Masalah pendidikan bagi kelompok difabel, jarang dijadikan soroton. Padahal masih banyak kelompok difabel yang kesulitan mencari sekolah berbasis inklusi

Di sisi lain, sekolah inklusi secara tidak langsung juga mengkotak-kotakan dan menjadikannya tereksklusi dari sosial. Kendala yang dialami kaum difabel adalah lingkungan sekolah yang kurang ramah untuk fable. Sehingga difabel menjadi kaum minortias di kalangan masyarakat. Itulah pembahasan mengenai potret pendidikan di Indonesia dan semoga bisa bermanfaat.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER