Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaPatrik Shick Mencoba Peruntungan Kalahkan Christiano Ronaldo Pada Top Skor Liga Euro...

Patrik Shick Mencoba Peruntungan Kalahkan Christiano Ronaldo Pada Top Skor Liga Euro 2020

Pertandingan Liga Euro 2020 memang memberikan sensasi tersendiri bagi para pemain maupun penggemar. Misalnya daftar top skor Euro 2020 yang mengalami perubahan sampai perempat final, sehingga banyak pemain yang berlomba untuk memperatahankan posisinya.

Christiano Ronaldo, selaku kapten Timnas Portugal bertengger gagah di puncak top skor dengan mengantongi sebanyak 5 gol. Kemudian disusul oleh nama-nama baru yang hampir menggeser posisi kapten Timnas Portugal dalam ajang Piala Euro 2020. Berikut empat pemain yang kini berhasil mengemasi 4 gol selama pertandingan. Sebut saja Romelu Lukaku, sebagai penyerang Tim Belgia, selanjutnya penyerang asal Perancis yakni Karim Benzema.

Lainnya ditempati oleh penyerang dari Tim Ceko, Patrik Shick dan juga gelandang Swedia yang tak mau kalah, Forsberg dan sama-sama membawa 4 gol. Dari sekian nama yang berhasil berada di posisi top skor Liga Euro 2020, hanya Patrik Shick yang diprediksi memiliki peluang untuk menambah gol. Hal tersebut lantaran pesaingnya sudah tersingkir bersama tim masing-masing, meksipun begitu dia tidak boleh berbangga terlebih dahulu.

Pasalnya ada sederet nama-nama baru yang juga memiliki peluang sama untuk mencapai posisi top skor Liga Euro 2020. Apalagi kompetisi pertandingan Euro masih berjalan sekitar 2-3 lagi hingga sampai pada puncak final.

Serba-Serbi Top Skor Liga Euro 2020

Empat pemain yang saat ini berada di top skor Liga Euro 2020 belum bisa bernafas lega, dikarenakan mereka bakalan di senggol pemain-pemain baru. Berikut urutan top skor Liga Euro 2020, ada Christiano Ronaldo dengan mengantongi sebanyak 5 gol, kemudian Patrik Shick berhasil membawa 4 gol, dan Sterling 3 gol. Serta Insigne, Immobile, Dolberg, Morata, Maehle, Pessina, Poulsen, Locatelli, Sarabia, Ferra Torres mencetak 2 gol.

Christiano Ronaldo bisa saja memiliki kesempatan untuk mendapatkan Sepatu Emas Euro 2020. Dengan catatan Patrik Shick tidak menambah golnya atau Timnas Republik Ceko gugur di pertandingan perempat final pada ajang Liga Euro 2020 nanti. Apabila kedua hal terjadi tentu saja Ronaldo akan dengan mudah membawa pulang Sepatu Emas Euro 2020.

Bagaimana nasib Lukaku, Benzema, dan Forsberg? Mereka memiliki peluang nol alias tidak memiliki harapan apapun untuk bisa mendapatkan Sepatu Emas Euro 2020. Hal ini pun berlaku bagi pencetak 3 gol yakni Shaqiri dan Lewandowski yang sudah gugur bersama timnya. Inilah serba-serbi top skor Liga Euro 2020.

Patrik Shick Mencoba Peruntungan Rekor Legenda

Patrik Shick sang penyerang muda berbakat berasal dari Timnas Republik Ceko. Namanya semakin melambung ketika membawa Republik Ceko lolos pada pertandingan perempat final Euro 2020, dan menambah rekam jejak karir pribadinya. Dimana selama empat pertandingan yang dilewati Ceko, Patrik Shick menorehkan sebanyak 4 gol.

Hal itulah yang mengantarkan dia pada daftar top skor terbanyak kedua dan memiliki peluang emas untuk bisa mendapatkan Sepatu Emas Euro 2020. Ditambah lagi Christiano Ronaldo yang berhasil mengemas sebanyak 5 gol tidak memiliki kesempatan lagi untuk menambah skor dikarenakan Timnas Portugal telah gugur pada saat babak ke-16 besar Euro 2020.

Sementara kabar baik bagi penyerang Bayer Levcerkusen yang bisa menyamai rekor legenda Ceko yakni Milan Baros di ajang Euro. Sebagaimana dikutip dari  transfermrkt, Milan Baros selama bergabung di Ceko mampu menyumbangkan 5 gol dalam perhelatan Euro 2020. Mengingat, ia merupakan peraih Sepatu Emas dengan nominasi pencetak gol terbanyak pada saat Liga Euro 2004.

Go tersebut ia dapatkan ketika pertandingan persahabatan internasional, dalam kualifikasi Piala Dunia, Kualifikasi UEFA Euro, sampai Piala Dunia. Tentu catatan bersejarah tersebut tidak akan pernah ia lupakan. Pasalnya Milan Baros mampu mencetak sebanyak 5 gol saat berseragam Ceko dan ikut serta dalam pertandingan Liga Euro 2004.

Sementara gol pertama sampai gol ketiganya Milan Baros dapatkan dari laga penyisihan Grup D. Tidak berhenti di situ saja, haus akan gol Milan Baros kemudian mencetak sebanyak 2 gol yang dia dapatkan pada perempat final Euro 2004 melawan Denmark. Namun sayangnya, langkah kaki Republik Ceko harus berhenti di semifinal, karena kalah saat melawan Yunani dengan skor akhir 0-1. Dan menjadikan Yunani sebagai juara Euro 2004 kala itu.

Berdasarkan rekam jejak Patrik Shick yang sangat memuaskan membuatnya masih bisa berlaga kontra melawan Denmark pada perempat final Euro 2020 nanti. Itu artinya Patrik Shick memiliki peluang lebar untuk bisa menyamai sekaligus melawati torehan skor Milan Baros. Dan berlaku juga untuk bisa bersaing dengan Christiano Ronaldo, Kapten Timnas Portugal.

Patrick Shick sendiri mengkonfimasi bahwa mendapatkan Sepatu Emas Euro 2020 bukanlah tujuannya selama mengikuti pertandingan.

“itu bukan topik besar bagi saya, yang utama adalah kesuksesan tim. Tujuan saya bukan untuk memenangkan Sepatu Emas Euro 2020. Tetapi untuk membantu tim saya melaju sejauh mungkin. Saya tidak begitu tertarik dengan berapa banyak gol yang akan saya cetak pada akhirnya”. Ungkap Patrik Shick sebagaimana diberitakan EUFA.

Memang benar tujuan paling terpenting adalah membawa tim untuk bisa melangkah sejauh mungkin dan mendapatkan Sepatu Emas Euro 2020 adalah bonus. Seperti halnya yang di ungkapkan oleh pemain depan Bayer Leverkusen berusia 25 tahun, yang berhasil mencetak empat gol dalam empat pertandingan.

Pemain Berlomba-lomba Cetak Skor Terbanyak

Dengan kabar gugurnya Timnas Portugal membuat posisi Ronaldo terancam oleh pemain lain. Misalnya Patrik Shick yang merupakan pemain paling mungkin untuk bisa menggeser posisi Christiano Ronaldo dan  mengejar torehan bintang Juventus itu. Mengingat, Patrik Shick telah mencatatkan sebanyak empat gol itu artinya ia berhasil menyamai Vladmir Micer di Euro. Selain itu, Patrik Shick hanya membutuhkan sebanyak satu gol agar bisa setara dengan Baros.

Hal tersebut membuat sang pelatih Republik Ceko membandingkan gaya permainan antara Baros dan Patrik Shick yang pernah berada di naungan Tomas Galasek.

“Baros bermain di sekitar Koller, yang mengatur beberapa  gol untuknya. Sementara Patrik Shick menciptakannya sendiri dan memiliki kaki kiri yang kuat”. Ungkap Tomas Galasek.

Hal serupa juga dilakukan oleh Vladmir Coufal, Bek sayap West Ham yang ikut membandingkan gaya permainan antara Baros dan Patrik.

“Patrik adalah pemain yang lebih teknis. Dia lebih mempersiapkan pendekatannya untuk menyelesaikan, meskipun Milan Baros juga pemain yang luar biasa, dia memenangkan Liga Champions. Tapi kami semua ingin dia memenangkan Sepatu Emas. Jika dia ingin menjadi pemain top dia harus mencetak satu gol lagi. Dan jika tidak kebobolan, maka kita berada di semifinal. Itu akan bagus!”. Ungkapnya.

Kemudian Coufal pun mengungkapkan kenangan ketika dirinya memberikan umpan yang berbuah gol kepada Shick

“Dia adalah pemain yang cerdas. Dia selalu menemukan ruang, melewati pemain dan berhasil masuk ke area dengan tepat dan menggunakan kepala atau tendangan voli, dia melakukannya dengan sangat baik. Saya hanya perlu melihat ke arahnya dan ketika saya melihatnya, saya memberinya bola.” Lanjut Vladmir Coufal

Meskipun tipe penyerang yang berbeda antara Patrik dan Baros. Kedunaya sama-sama memiliki kemampuan bagus dan tentunya haus akan gol.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER