Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaMiliuner Elon Musk Dengan Berbagai Bisnis Terbarunya

Miliuner Elon Musk Dengan Berbagai Bisnis Terbarunya

Ekspose.id –  Miliuner Elon Musk memang kerap menjadi perbincangan hangat terlebih saat meluncurkan ide terbaru.

Belum lama ini misalnya, Elon Musk akan meluncurkan robot manusia yang memudahkan aktivitas manusia.

Elon Musk memang memiliki pengaruh cukup besar di berbagai sektor bisnis perusahaannya.

Terbukti dari peluncuran roket Elon Musk yang menjadi pembicaraan di seluruh dunia.

Kali ini apa saja ide bisnis terbaru miliuner Elon Musk?

Internet Cepat Milik Miliuner Elon Musk Klaim Hadir Dengan Kecepatan Tinggi

Salah satu bisnis terbaru dari perusahaan miliuner Elon Musk yakni Starlink adalah internet cepat.

Internet cepat milik sang miliuner mengklaim jika memiliki potensi menghadirkan broadband dengan kecepatan tinggi.

Bahkan potensi tersebut juga terbuka untuk tujuan lokasi ke daerah terpencil sekalipun.

Bos SpaceX ini juga mengklaim kalau layanan internet itu akan mempunyai kemampuan transfer data yang sangat cepat.

Kabarnya SpaceX berencana hendak menyebarkan satelit yang lengkap dengan laser menuju orbit.

Hal ini sebagai salah satu langkah untuk menghilangkan ketergantungan terhadap stasiun di bumi.

Pasalnya sejauh ini jaringan Starling masih mengandalkan satelit, parabola juga stasiun bumi.

Dari indikasi rencana itu, tampaknya SpaceX hendak menyingkirkan stasiun bumi yang terbukti menjadi penghalang kecepatan pengiriman data.

Karena upaya tersebut terhambat waktu guna berkomunikasi dengan satelit.

Maka dengan adanya laser, Elon menilai kecepatan transisi bisa mencapai 40% lebih daripada serat optic.

Akibatnya konsumen di wilayah terpencil sekalipun bisa menikmati kemampuan pengiriman transfer yang begitu cepat.

Kecepatannya bahkan di luar kebiasaan umum yang identik dalam daerah tersebut.

Bahkan Elon begitu meyakini kalau Starlink bisa mentransfer paket data dengan kecepatan sampai 180.832 mil tiap detiknya.

Kecepatan tersebut layaknya sekitar 97% dari tingkat kecepatan cahaya di dalam ruangan yang hampa.

Sekedar informasi, SpaceX sejauh ini sudah meluncurkan 1.500 satelit lebih sebagai penunjang internet.

Proyek itu sudah mengeluarkan investasi hingga 5 sampai 10 miliar dollar AS atau sekitar 72,8 hingga 145,7 triliun.

Tak sampai situ saja, miliuner Elon Musk juga mengklaim total pesanan Starling sudah mencapai 500 ribu orang.

Ide Seakan Tak Habis, Elon Musk Ingin Berbisnis Baju Luar Angkasa

Sebagai salah satu crazy rich, miliuner Elon Musk memiliki ide baru guna memanfaatkan ekosistem bisnis yang sudah ia bangun.

Kini Elon menawarkan layanan SpaceX guna membantu NASA yakni Badan Penerbangan dan Antariksa dari AS.

Bentuk layanan tersebut adalah pembuatan pakaian antariksa generasi yang selanjutnya.

Usukan ini menjadi tanggapan atas laporan yang berasal dari inspektur jendral di NASA>

Laporan mengenai pekerjaan yang tengah mereka lakukan guna mengembangkan lini terbaru Unit berupa pakaian antariksa.

NASA sudah menghabiskan US$ 420 juta lebih atau 6,09 triliun rupiah untuk pengembangkan hingga 3 pakaian antariksa berbeda.

Pengembangan itu sejak 2007 silam dengan rencana pengeluaran hingga US$ 625 juta lain yang setara Rp. 9,06 triliun.

Dengan demikian biaya yang mereka butuhkan dapat mencapai US4 1 miliar atau senilai dengan 14,5 triliun karena ada banyak keterlambatan.

Berdasarkan laporan yang berasal dari Inspector General NASA, menemukan kalau pakaian antariksa untuk misi bulan badan belum siap.

Bahkan untuk penerbangan misi tersebut paling cepat siap hingga April 2025 mendatang.

Menanggapi hal itu, Elon Musk mencuitkan SpaceX dapat melakukannya kalau perlu.

Perusahaan Elon Musk sudah mengembangkan serta membuat pakaian terbang untuk astronot yang meluncur ke orbit pesawat.

Pakaian tersebut terutama mereka rancang guna melindungi astronot kalau terjadi kebakaran dalam pesawat.

Atau saat kabin tengah mengalami penurunan terkait penekanan.

Merancang pakaian jenis antariksa menjadi usaha yang menantang juga lebih kompleks. 

Mengingat kebutuhan bertahan hidup di luar pesawat jenis ruang angkasa di lingkungan luar angkasa sangat keras.

Mengenai tawaran miliuner Elon Musk, juru bicara NASA merujuk permintaan agenis untuk dapat umpan balik terkait pembelian pakaian antariksa komersial.

Jadi Ceo Tesla, Elon Musk Hendak Buat Mobil Listrik Murah

Sebagai CEO Tesla, miliuner Elon Musk mengumumkan rencananya mewujudkan mobil listrik dengan harga murah.

Hebatnya lagi, mobil tersebut hadir tanpa adanya kemudi, tidak ada setir yang mereka pasang dan sepenuhnya berjalan otonom.

Melansir dari laman resmi, beredar kabar bahwa Tesla akan merilis mobil listrik dengan kisaran harga USD 25.000 di tahun 2023.

Nilai tersebut setara dengan jumlah 356,2 juta rupiah untuk kurs senilai Rp. 14.251,87 yang bisa saja berubah.

Harga ini merupakan setengah tarif unit Tesla pada model 3 juga mobil konvensional lainnya baik solar maupun tipe bensin.

Bukan itu saja, bahkan Elon mengumumkan keinginannya tentang mobil baru tipe listrik yang murah rakitan pabrikannya tanpa stir.

Pabrikan mobil listrik dunia itu menyatakan akan mengandalkan fitur maupun teknologi otonom yang nantinya tersemat dalam unit terjangkau.

Ia menjelaskan harga mobil itu akan berpatokan dengan pembuatan jenis baterai juga tahap produksinya.

Sehingga bisa mengurangi biaya baterai juga menekan harga unitnya hingga mencapai 50% lebih.

Mobil listrik ciptaan miliuner Elon Musk akan mereka namakan dengan Tesla Model 2.

Luncurkan Berbagai Ide Baru, Kepemilikan Saham Elon Musk Dalam SpaceX Menurun?

Selaku CEO SpaceX, miliuner Elon Musk mempunyai kendali mutlak untuk kekuatan pengambilan keputusan untuk perusahaan ruang angkasanya ini.

Tetapi ternyata, kepemilikan saham Elon di perusahaan SpaceX mulai turun selama tiga tahun belakangan.

Melansir sumber resmi, menurut pengajuan SpaceX bersama komisi Komunikasi Federal, kini Elon mempunyai 43,61 saham bulan Agustus 2021.

Informasi tersebut berasal dari lampiran yang perusahaan buat selama pengajuan untuk layanan internet terbaru dari Starlink.

Ini merupakan persentase terendah saham yang Elon Musk miliki sebagai pendiri SpaceX dalam waktu terakhir dari 2020 dan 2018.

Pada tahun 2020 lalu, terungkap Elon Musk sudah mempunyai saham sebesar 47,4% di SpaceX pada bulan April tahun lalu.

Kepemilikan saham ini dalam bentuk perwalian berjudul Elon Musk Revocable Trust dengan eksekutif sebagai satu-satunya penerima manfaatnya.

Pengajuan pada April tahun 2020 juga pertama kalinya menyebut kepemilikan saham Elon Musk atas SpaceX turun di bawah kisaran 50%.

Itu ikut dengan pengajuan bulan November 2018 yang mencatatkan Elon mempunyai 50,4% saham di SpaceX.

Meskipun begitu, Elon Musk memegang kendali mutlak terkait perusahaan SpaceX.

Bentuk pengajuan yang mereka buat bulan Agustus tahun 2021 ini menunjukkan miliarder Tesla mengendalikan saham sekitar 78%.

Sehingga memungkinan pemilik perusahaan untuk memutuskan nasib terkait perusahaan SpaceX.

Jika berbanding dengan kepemilikan saham SpaceX yang telah beredar, persentase saham voting Musk turun sekitar 1% dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2018 lalau, kepercayaannya mempunyai kendali suara atas 78,7% saham SpaceX turun hingga 0,4%.

Persentase penurunan saham miliuner Elon Musk turun awal 2020, sementara 0,3% lainnya di bulan sebelumnya.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER