Mengunjungi Monumen Tugu Muda Sebagai Ikon Kota Semarang

0
159
Mengunjungi Monumen Tugu Muda Semarang
Foto : bobo.grid.id

Ekspose.ID – Mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang yang merupakan ibukota dari Provinsi Jawa tengah.

Menjadi salah satu kota terbesar di Jawa yang memiliki banyak penduduk setelah Kota Jakarta.

Bahkan tidak hanya penduduknya yang banyak, berbagai macam kekayaan budaya juga dimiliki oleh kota ini.

Tidak heran jika para wisatawan sangat tertarik untuk datang ke Semarang. Untuk menikmati wisata dan suasana kota yang masih asri.

Kota Semarang memiliki julukan lain sebagai Kota Atlas, singkatan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan Sehat.

Berbagai macam tempat wisata seperti, wisata alam, wisata laut, dan wisata sejarah tersaji bagi masyarakat lokat serta wisatawan lainnya.

Di Kota Semarang juga memiliki cerita sejarah yang masih tersisa hingga saat ini, seperti monumen dan benda yang dipergunakan.

Salah satunya mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang yang masih menjadi saksi bersejarah dan  berdiri hingga sekarang.

Mengunjungi Monumen Tugu Muda Yang Bersejarah

Saat mengunjungi Kota Semarang, pasti destinasi pertama adalah Lawang Sewu. Yang terkenal mengenai cerita mistis dan keunikan bangunannya yang bersejarah.

Tak jauh dari Lawang Sewu, atau lebih tepatnya di depan Lawang Sewu terdapat monumen bersejarah.

Letaknya yang berada di tengah kota, mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang menjadi saksi sejarah perjuangan pahlawan dari zaman dulu.

Pembangunan monumen ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur saat Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Pertempuran tersebut terjadi pada tanggal 15-19 Oktober 1945 melawan tentara Jepang, dan saat itu dalam masa transisi kekuasaan oleh Belanda.

Awal rencana pembangunan monumen tanggal 28 Oktober 1945 dan area pembangunan monumen berada di sekitar Simpang Lima atau alun-alun.

Akan tetapi rencana awal tertunda karena terjadi perang lagi melawan sekutu dan Jepang pada November 1945.

Setelah perang berakhir, Pemerintah melanjutkan kembali pembangunan monumen hingga selesai. Dan akhirnya pada 20 Mei 1953, Bapak Ir, Soekarno selaku Preasiden pertama Republik Indonesia meresmikan Monumen Tugu Muda.

Dalam pembangunan Wali Kota Hadi Soebeno t langsung sebagai panitia pembangunan, sedangkan Gubernur R Boediono yang meletakkan batu pertama pada area pembangunan.

Arsitektur Salim Hendra beserta tim yang berasal dari sanggar pelukis Yogyakarta yang akan menangani pengerjaan proyek.

Pemerintah menetapkan tanggal peresmian monumen bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Tugu Muda terletak pada pertemuan jalan terjadinya Pertempuran Lima Hari di Semarang, yaitu antara Jl. Pemuda, Jl. Dr. Sutomo, Jl. Pandanaran, Jl. Mgr. Soegiopranoto, dan juga Jl. Imam Bonjol.

Makna Pembuatan Monumen Yang Menarik Pengunjung

Rencana awal pembangunan yang tertunda, berimbas pula dengan mundurnya penyelesaian pembangunan serta merubah area penempatan semula.

Setelah memikirkan secara matang, pemerintah akhirnya membangun monumen tepat di area terjadinya Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Hal tersebut bertujuan untuk mengenang jasa dan semangat para pahlawan yang gugur dalam pertempuran.

Perwujudan dari bentuk monumen memberikan makna mendalam bagi seluruh masyarakat Kota Semarang.

Bentuk dari ujung monumen yang menyerupai lilin menjadi simbol semangat para pahlawan yang tidak pernah padam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan penampang Tugu Muda berbentuk segi lima yang terbagi menjadi 3 bagian, yaitu kepala, tubuh, dan juga landasan. Pada bagian kaki tugu terdapat 5 sangga pilar dengan relief berbeda-beda.

Setiap relief mengandung makna yang berbeda-beda yaitu, relief Hongerodeem, relief penyerangan, relief pertempuran, relief korban, dan ada juga relief kemenangan.

Arti 5 Relief Pada Kaki Tugu Muda

Mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang memiliki tinggi sekitar 53 meter, terletak di tengah Lapangan Wilhelmina. Pada bagian kaki tugu terdapat 5 relief yang menggambarkan masa perjuangan.

Lima Relief ini terletak pada bagian kaki Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang. Dan setiap relief memiliki makna berbeda dan masih saling berkaitan, antara lain:

Relief Hongerodeem

Sebagai pilar penyangga yang pertama, relief Hongerodeem menggambar kisah mengenai kehidupan masyarakat Indonesia ketika Belanda dan Jepang menjajah Bangsa Indonesia.

Dalam bahasa Belanda, Hongerodeem sama dengan penyakit busung lapar. Masyarakat banyak yang mengalami sakit busung lapar pada masa penjajahan karena kelaparan.

Penjajah menguasai berbagai aspek kehidupan pada zaman dulu, sehingga masyarakat Indonesia tidak berani berkutik sama sekali.

Dan apabila salah seorang tawanan berani melanggar, maka mereka akan menerima hukuman pembantaian.

Relief Pertempuran

Relief pertempuran berada di penyangga pilar kedua. Refief ini mengisahkan tentang semangat membara para pemuda Indonesia.

Para pemuda tersebut yang sangat bertekad dalam memperjuangkan Bangsa Indonesia, hingga akhirnya 5 pemuda gugur saat melawan penjajah dalam Pertempuran Lima.

Monumen Tugu Muda menjadi saksi gugurnya para pemuda dan gambaran perjuangan jaman dulu. Sehingga keberadaan monumen ini berguna untuk mengenang para pahlawan.

Relief Penyerangan

Relief ketiga yang terletak pada kaki tugu mengandung cerita mengenai kegigihan dan keberanian para pahlawan dalam melawan penjajah.

Meskipun penjajah sangat berkuasa dan kejam, namun para pahlawan Indonesia pantang menyerah untuk dapat mengalahkan penjajah.

Tidak peduli apabila harus bertaruh nyawa, yang terpenting bagi oara pahlawan zaman dulu adakah kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Relief Korban

Relief korban, menggambarkan pertumpahan darah para pemuda yang gugur dalam Pertemouran Lima Hari di Semarang.

Sebelum akhirnya mencapai kemenangan, banyak pemuda yang menjadi korban pembantaian penjajah. Meskipun banyak memakan korban para pemuda terus mengobarkan semangat dalam melawan penjajah.

Relief Kemenangan

Relief terakhir yang ada di penyangga pilar Tugu Mula. Menceritakan mengenai keberhasilan para pemuda dalam merebut kemerdekaan masyarakat Indonesia.

Setelah terjadi berbagai pertempuran yang memakan banyak sekali korban. Akhirnya para oemuda berhasil mengambil kembali kemerdekaan Bangsa.

Tugu Muda merupakan monumen paling bersejarah di Kota Semarang. Hal tersebut karena monumen tugu ini sudah menjadi saksi Pertempuran Lima Hari fi Semarang.

Selain itu Tugu Muda juga menjadi saksi perjuangan para pemuda yang bertekad dan penuh semangat melawan penjajah untuk mempertahankan Indonesia.

Letaknya yang berseberangan dengan Lawang Sewu, menyimpan banyak kisah kehidupan dan penderitaan masyarakat pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Meskipun b sejak zaman dulu, Monumen Tugu Muda masih ada dan berdiri tegak di tengah Kota Semarang.

Mengunjungi Monumen Tugu Muda sebagai ikon Kota Semarang sangat cocok dan tepat. Tugu ini sangat menarik dan bersejarah dengan menjadikannya tempat wisata.

Untuk menjaga dan melestarikan monumen ini, pemerintah Kota Semarang membangun taman dan kolam mengitari tugu, sehingga lebih menarik para wisatawan.

Meskipun monumen ini berada di tengah jalan raya, tetapi pesona Tugu Muda tetap mampu menarik perhatian masyarakat untuk mendekat ke tugu.

Biasanya area taman dan kolam sekitar Tugu Muda berfungsi sebagai tempat berfoto atau bersantai bersama teman dan kerabat.

Tidak heran masyarakat lokal ataupun wisatawan pendatang yang memadati kawasan Tugu Muda dan wisata lain di Semarang.