Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaMengenal Apa Itu Baby Blues Syndrome Hingga Depresi Pasca Melahirkan !

Mengenal Apa Itu Baby Blues Syndrome Hingga Depresi Pasca Melahirkan !

Baby blues kembali menjadi trending topik setelah adanya kisah pilu yang datang dari perbatasan Aceh-Sumatera Utara, Desa Sibungke, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Berawal dari seorang Ibu Sirwati (19) yang diduga mengalami sindrom baby blues hingga berlanjut pada depresi pasca melahirkan. Dikabarkan dia tega membunuh bayinya yang baru berusia  6 bulan pada Kamis (8/7/2021) kemarin.

Sebagaimana saat dilakukannya konferensi pers oleh Kepolisian Kota Subulussalam, Kapolres AKBP Qori Wicaksono, menyebutkan bahwa Ibu ini membunuh bayinya dengan kondisi leher tergorok lantaran depresi. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan baby blues? Mengapa bisa sampai pada tahap depresi pasca melahirkan dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Baby Blues?


Melansir dari laman Alodokter.com pada Sabtu (10/7/2021), baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Adapun kondisi yang seringkali terjadi yakni ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkosentrasi.

Baby blues sendiri dapat dialami sejak minggu pertama pasca melahirkan dan pada umumnya bertahan sampai 2 minggu. Meskipun keluhan baby blues tidak dirasakan secara terus menerus, melainkan hilang timbul. Akan tetapi apabila keluhan tersebut tidak segera diatasi dengan baik dapat memicu terjadinya depresi pasca melahirkan (Postpartum Depression).

Ada sekitar 80 persen perempuan pasca melahirkan mengalami baby blues. Meskipun terkadang gejalanya terlihat sepele, baby blues bisa berdampak negatif terhadap ibu maupun sang bayi. Maka dari itu, tak heran apabila masih banyak perempuan muda yang merasa takut akan baby blues ini. Sebelum mengalami ketakutan berlebih, kenali beberapa penyebab mengapa baby blues bisa terjadi serta cara untuk mengatasinya.

Penyebab Terjadinya Baby Blues

Perlu diketahui bahwa baby blues tidak selalu memerlukan perawatan khusus dari penyedia layanan kesehatan. Lakukan hal-hal kecil seperti bergabung dengan kelompok ibu baru atau saling bercerita dengan keluarga/suami untuk membuat ibu merasa tenang dan tentunya nyaman serta aman.

Dalam dunia psikologi baby blues tidak lebih parah dibanding dengan depresi pasca melahirkan. Melansir dari Popmama.com pada Sabtu (10/7/2021) berikut penjelasan mengenai penyebab terjadinya baby blues, dan semoga bisa menjadi referensi bagi ibu-ibu untuk tetap menjaga kesehatannya agar terhindar dari baby blues ini.

Kelelahan Saat Mengasuh Bayi Yang Baru Lahir

Penyebab pertama adalah kelelahan mengasuh bayi yang baru lahir, seperti yang kita ketahui bahwa pasca persalinan yang super melelahkan. Disinilah para ibu dihadapkan dengan adanya kenyataan untuk terus melatih bayi agar bisa meminum ASI secara langsung. Padahal tidak semua bayi yang baru lahir langsung bisa melakukan hal tersebut.

Karena itulah ibu menyusui seringkali merasa kelelahan mengajarkan bayinya menyusu ASI secara langsung. Ada sebagian bayi yang sulit membuka mulutnya, sementara puting ibu masih kaku dan berukuran besar setelah melahirkan, sehingga tak heran bayi merasa kesulitan untuk meminum ASI.

Tidak perlu khawatir, karena hal tersebut sangatlah wajar terjadi oleh ibu yang baru saja melahirkan. Meskipun memerlukan proses yang panjang, tenaga terkuras, serta membutuhkan kesabaran ekstra dari sang ibu, tetap tidak boleh berhenti menyusui. Proses ini yang seringkali membuat para ibu jadi kurang tidur, dan  merasa cepat lelah. Disisi lain masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk sang bayi. Sementara ibu masih pada transisi dari fase kehamilan menjadi fase ibu baru atau ibu menyusui.

Perubahan Dalam Hidup

Penyebab baby blues yang kedua adalah terjadinya perubahan dalam hidup pasca melahirkan. Disinilah sang ibu harus bisa beradaptasi dengan suasana baru seperti tanggung jawab baru, dan peran sebagai mama. Pasalnya perubahan hidup yang kadangkala belum siap untuk menjalaninya menjadi salah satu pemicu terjadinya baby blues.  

Apalagi ditambah dengan pikiran-pikiran yang membuat ibu merasa bersalah, misalnya tidak pandai mengurus bayi, dan ASI tidak tercukupi. Karena selalu memikirkan hal tersebut kemudian ibu menjadi mudah menangis, tertekan dan mudah marah. Padahal sebenarnya merawat sang bayi adalah tanggung jawab bersama, baik itu bagi ibu ataupun suami.

Kadar Hormon Menurun

Selanjutnya adalah kadar hormon yang menurun, pada saat ibu hamil akan mengalami yang namanya kenaikan jumlah hormon, begitu pula setelah melahirkan. Pada sang ibu yang mengalami kadar hormon menurun bisa mempengaruhi keadaan tubuh serta sensitivitas ibu. hal tersebut cukup mempengaruhi seorang ibu untuk mengalami baby blues syndrome pasca melahirkan.

Perubahan Tubuh Ibu Secara Drastis

Kemudian yang terakhir adalah terjadinya perubahan tubuh secara drastis pada sang ibu. Pada umumnya saat ibu sedang hamil dia akan sangat menjaga pola makan saat kehamilannya tersebut. Namun setelah melahirkan para ibu lupa dengan menjaga porsi makan. Sensitivitas tentang perubahan inilah yang bisa memicu penyebab baby blues pasca melahirkan.

Belum lagi muncul pertanyaan-pertanyaan dari orang terdekat seperti “kok gendutan ya setelah melahirkan? Atau Kok badannya kurus sih kasian anaknya nanti kekurangan gizi?”. Pertanyaan itulah yang seringkali membuat ibu merasa tertekan dan menjadikannya mengalami baby blues. Maka dari itu, mulai sekarang berhenti menanyakan hal yang tidak penting !.

Cara Mengatasi Baby Blues

 Setelah membahas tentang apa itu baby blues? Hal apa saya yang memicu terjadinya baby blues pada sang ibu. Selanjutnya di artikel kali ini akan membahas beberapa upaya untuk mengatasi baby syndrome, berikut penjelasannya seperti yang dilansir Alodokter.com pada Sabtu (10/7/2021).

Jangan Bebani Diri

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah jangan bebani diri dengan sesuatu yang tidak penting, seperti pertanyaan-pertanyaan tetangga yang tidak mengenakan hati. Kemudian jangan paksakan diri untuk mengerjakan segalanya sendiri, lakukan apa yang sanggup ibu kerjakan. Apabila ibu merasa kewalahan dalam mengurus Si Kecil ataupun pekerjaan ruma.  Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada orang terdekat yang dipercaya.

Pola Tidur Yang Cukup

Kedua adalah pastikan waktu tidur anda tercukupi, manfaatkanlah waktu tidurSi Kecil untuk ibu bisa beristirahat. Nah apabila Si Kecil terbangun pada malam hari karena mengompol dan ibu masih perlu istirahat untuk memulihkan tenaga. Jangan ragu untuk meminta tolong kepada suami untuk menggantikan popok Si Kecil dan menjaganya sampai tertidur lelap. Bukankah merawat sang bayi adalah tanggung jawab bersama? Dan bukan hanya diberatkan kepada sang ibu saja?.

Melakukan Olahraga Secara Rutin dan Menjaga Asupan Makanan

Kemudian yang ketiga adalah ibu disarankan untuk berolahraga secara rutin. Pasalnya dengan berolahraga mampu mengalihkan perhatian dan kekhawatiran serta membantu meningkatkan mood agar kualitar tidur semakin tercukupi. Lakukan olahraga yang ringan seperti berjalan mengelilingi pekarangan rumah dan semacamnya.

Di samping itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan bergizi, hindari makanan yang tinggi karbohidrat seperti kue kering kemasan, roti putih, dan sirup.

Berbagi Cerita

Cara mengatasi baby blues yang terakhir adalah dengan berbagi cerita kepada orang terderkat yang ibu percaya. Apabila hal tersebut dirasa berat, ibu bisa menceritakannya kepada suami, ceritakan semua keluh kesah yang tengah dialami agar semua beban hilang.

Selain cara di atas, ibu juga bisa meluangkan waktu selama beberapa hari untuk me time. Dan yang perlu diingat adalah ibu yang baru melahirkan sangat membutuhkan dukungan fisik ataupun moral dari orang-orang sekitar, terutama sang suami. Itulah pembahasan di artikel kali ini mengenai baby blues, semoga bermanfaat.  

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER