Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaMenelisik Dampak Sampah Plastik Terhadap Kehidupan

Menelisik Dampak Sampah Plastik Terhadap Kehidupan

Plastik memang telah memberikan manfaat banyak bagi masyarakat modern. Dengan menggunakan plastik menjadi cara aman untuk menyimpan serta membawa makanan dan jenis barang lainnya. Akan tetapi apabila plastik digunakan secara terus menerus dalam artian melebihi batas kewajaran tentu akan menjadi musuh utama bagi berlangsungnya kehidupan makhluk hidup. Bahannya yang ringan menjadikannya berbagai perlatan rumah tangga, mesin, dan barang-barang konstruksi. Namun sayangnya fenomena limbah plastik menjadi hal yang wajar untuk di saksikan bersama.

Masih banyak masyarakat tidak sadar akan dampak dari penggunaan plastik itu sendiri, membuang sampah di laut hingga mengakibatkan banyak biota laut yang akhirnya mati tertelan plastik. Sungguh ironis memang, keserakahan manusia berdampak pada kematian makhluk hidup lainnya. Melansir dari Laman National Geographic, sampah plastik menjadi masalah serius dan mengundang banyak perhatian. Bagaimana tidak,  meningkatnya penggunaan produksi barang berbahan plastik sekali pakai tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menanggulangi limbahnya.

Berbeda dengan sampah organik, plastik tidak bisa membusuk menjadi bahan alami dan butuh ribuan lamanya untuk bisa terurai. Bahkan jiak terurai akan menjadi potongan mikroskopis atau plastik mikro yang dapat membahayakan lingkungan. Berdasarkan data dari The National Plastic Action Partnership (NPAP) mengatakan ada sebanyak 70% sampah plastik nasional, dan diperkirakan 4,8 juta ton per tahun tidak dikelola dengan baik. Contohnya dibakar di ruang terbuka sebanyak 48%, tak dikelola dengan baik sebanyak 13%, dan sisanya mencemari saluran air dan laut sebanyak 9%.

Bagaimana solusi untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat limbah plastik? Dari pemerintah sendiri (NPAP) telah melakukan kerjasama dengan UpLink by the World Economic Forum dan the Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) merilis rencananya yakni the Informal Plastic Collection Innovation Challenge. Melalui tahap seleksi yang cukup panjang, akhir tim IPCIC berhasil merekrut 12 inovator dan telah mengirimkannya melalui situs UpLink sejak 23 Maret 2021-9 Mei 2021 lalu.

Penyaringan tersebut tentu didasari atas beberapa aspek seperti relevansi tema, urgensi, dampak sosial-ekonomi, serta potensi pengembangannya menuju skala lebih besar terutama di Indonesia.

Dampak Bahaya Plastik

Menelisik lebih dalam dampak bahaya plastik tentu saja berpengaruh terhadap aspek lingkungan dan ekonomi. Padahal lingkungan menjadi ruang untuk menghasilkan oksigen, dan apabila tercemar akan mengganggu aktivitas manusia serta kehidupan makhluk hidup lainnya. Lalu apa saja dampak yang akan dirasakan? Berikut penjelasannya.

Dampak Plastik Terhadap Lingkungan

Bahaya utama plastik  terhadap lingkungan yakni membutuhkan waktu bertahun-tahun agar bisa terurai. Serta plastik mengandung zat beracun, dan ketika plastik rusak dibawah sinar matahari, atau dibakar mereka akan melepaskan zat beracun tersebut ke udara dan mengakibatkan polusi udara. Ada yang menyebutkan bahwa penggunaan plastik yang tidak terkontrol akan memungkinkan masuknya penyakit kanker. Apalagi kantong plastik di buang ke tempat pembuangan sampah dengan berat berton-ton hektare yang mengakibatkan keluarnya gas metana dan karbondioksida berbahaya.

Dampak dari penggunaan plastik tidak hanya berbahaya bagi manusia saja, melainkan semua yang hidup di bumi. Banyak hewan yang kerap kali bingung dengan hadirnya kantong plastik di laut, mereka menganggap sebagai makanan dan mengkonsumsinya. Tentu hal tersebut mengakibatkan proses pencernaan, infeksi, tercekik, penurunan reproduksi, hingga pada kematian. Maka dari itu kesadaran untuk menggunakan kantong plastik secukupnya sangat penting dilakukan, mengingat dampak serius yang akan di rasakan.

Dampak Plastik Terhadap Ekonomi

Poin selanjutnya yakni dampak plastik terhadap ekonomi, sebenarnya masalah sampah plastik sudah menjadi perhatian sejak tahun 1970-an. Namun pemerintah global baru menganggap serius ketika kantong plastik mencemari laut dan air tawar. Serta banyak dari ilmuwan, lembaga, swadaya masyarakat, dan komunitas yang menyuarkan untuk mengontrol penggunaan kantong plastik secara berlebihan.

Pasalnya kehadiran sampah plastik di lingkungan laut menjadi penghambat laju pembangunan ekonomi. Dikarenakan sampah plastik juga merugikan bagi pariwisata, dimana pengunjung yang datang tentu akan merasa risih dengan keadaan lingkungan laut yang banyak sampah plastik. Alhasil mereka kecewa dan tidak akan mengunjunginya lagi sehingga berdampak pada hasil pendapatan yang rendah. Selain itu, sampah plastik yang terperangkap berada di bibir pantai memiliki efek negatf terhadap perikanan, budidaya, infrastruktur perkapalan, dan produksi energi.

Karena keberadaan kantong platik di perairan laut menjadi epidemi polusi globa yang terus berkembang. Senyawa dan zat beracun yang terlepas dari kantong plastik diketahui menjadi pemicu utama peningkatan toksisitas.

Dampak Bagi Pertanian

Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada seluruh aspek, salah satunya adalah bagi pertanian. Keberadaannya menjadi tanggung jawab atas kerusakan lahan pertanian dan atmosfer. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petani karena kurangnya produksi pertanian yang tidak maksimal. Sangat disayangkan ketika penggunaan plastik tidak bisa diminimalisir dengan baik. Itulah pembahasan artikel kali ini mengenai dampak penggunaan plastik yang tak terkendali. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih peduli lagi terhadap berlangsungnya kehidupan.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER