Isra’ Mi’raj: Perjalanan, Ketauladanan Nabi Muhammad SAW

0
73
Perjalanan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW (Foto: gulf-isider.com)

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, adalah hari yang begitu special, yang mana ummat Islam sedunia  menggemakan Shalawat Nabi. Mengingatkan kita kepada sejarah dunia, yang mana mendapatkan sebuah rahmat yang tiada tandingannya. Jadi, mari kita bahas.

Pada tanggal 11 Maret hari ini, tepat menjadi hari yang mulia, yakni memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yang mana dalam sejarah, momen tersebut merupakan momen dimana Nabi mendapatkan wahyu dari Allah SWT, guna menjadikan beliau sebagai Rosul sekaligus Nabi, dan mengemban amanah sebagai perantara Allah dalam menyampaikan agama yang baik kepada ummat di dunia.

Serta dalam perjalanannya pun tidak mudah. Beliau ditemani oleh Jibril dengan menggunakan buroq dalam perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya. Hingga pada akhirnya, sampailah beliau ke langit tujuh, dan melihat bagaimana surga dan neraka, yang berbanding terbalik keadannya.

Namun terlepas dari perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya, ada masa sebelum beliau melakukan hal tersebut, yakni masa dimana beliau pertama kali bertemu dengan Jibril. Hingga kisah tersebut tertuang dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an, yang merupakan kitab berisi firman Allah SWT.

Proses perjalanan Isra’ Mi’raj

Shalat merupakan hal yang sangat wajib bagi Ummat Islam dalam memenuhi perintah-Nya, serta menjadi  bukti bahwa kita benar-benar melakukan apa yang Allah perintahkan. Maka begitulah kiranya dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Yang mana beliau kala itu mendapatkan perintah untuk menyampaikan kepada ummatnya agar menunaikan ibadah sholat, dengan waktu yang cukup banyak, yakni 50 waktu. Dalam Perjalanan pertamanya, beliau bertemu dengan manusia yang juga sekaligus Nabi pertama, yakni Adam AS.

Dalam pertemuannya, Nabi Adam pun memberikan doa untuk beliau agar semua urusannya nanti mendapatkan kemudahan dari Allah SWT. Setelah itu beliau melanjutkan kembali untuk bertemu dengan Allah dalam perjalanan tersebut, bersama dengan malaikat Jibril, yang merupakan utusan Allah.

Lalu dalam perjalanan kedua tepatnya pada langit ke dua, beliau bertemu dengan Nabi Isa AS, dan Nabi Yahya AS. Mereka merupakan Nabi yang mendapatkan mukjizat yang dahsyat di antara Nabi yang lainnya.

Lalu mereka berdua memanjatkan doa kepada beliau untuk segala kelancaran atas urusan-urusan yang ada di hadapan beliau. Setelah itu, beliau melanjutkan kembali perjalanannya bersama dengan Malaikat Jibril untuk ke langit selanjutnya.

Dalam langit ke tiga, beliau bertemu dengan Nabi Yusuf AS, yang merupakan Nabi tertampan dari segala Nabi. Bahkan Nabi Muhammad SAW sangat takjub dengan ciptaan Allah ini. Hingga dalam pertemuan beliau dengan Nabi Yusuf AS, beliau mendapatkan sebagian ketampanan dari Nabi Yusuf AS, lalu berpamitan untuk melanjutkan perjalanan beliau.

Hingga kepada langit ke tujuh, beliau bertemu dengan Nabi yang mendapatkan gelar sebagai “Bapak dari semua Nabi”, serta merupakan kekasih Allah SWT. Ialah Nabi Ibrahim. Beliau mendapatkan sambutan hangat dari Nabi Ibrahim.

Nabi pun melihat bagaimana indahnya Sidratul Muntaha, yang mana hal tersebut sudah tertuang dalam Al-Qur’an serta beberapa hadist shahih lainnya. Hingga saat bertemu dengan Allah, Sidratul Muntaha berubah, dan menjelma menjadi sesuatu yang lebih indah.

Beliau akhirnya bertemu dengan Allah, untuk mendapatkan amanah agar para ummatnya menunaikan sholat dengan waktu yang cukup banyak. Yakni sebanyak 50 waktu.

Dari hal tersebut, Nabi Muhammad pergi kepada Nabi Musa untuk mendapatkan pandangan bagaimana yang harusnya beliau lakukan. Mengingat waktu tersebut merupakan waktu yang sangat banyak bagi beliau.

Akhirnya Nabi Musa memberikan pendapat kepada Nabi Muhammad untuk meminta keringanan kepada Allah tentang hal tersebut. Kemudian setelah itu, Nabi Muhammad pun meminta keringanan kepada Allah, untuk mengurangi jatah waktu sholat. Dan akhirnya Allah memutuskan untuk jumlah waktu sholat ada 5 waktu, yakni dhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh.

Begitulah perjalanan yang Nabi Muhammad SAW alami. Dari hal tersebut dapat kita ambil beberapa ketauladanan Nabi Muhammad mengenai hal ini.

Ketauladanan Nabi Muhammad

Yang mana ternyata ada beberapa hal yang bisa kita ambil untuk kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan berpedoman peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Antara lain:

  1. Beliau mementingkan ummatnya dengan mempertimbangkan apakah itu sangat sulit atau tidak. Mengingat waktu sampai dengan jumlahnya 50, bisa dibilang cukup banyak
  2. Selalu santun saat bertemu dengan para Nabi dalam setiap perjalanan antara langit yang satu dengan langit yang lain.
  3. Memenuhi perintah Allah. Beliau selalu bertakwa dan mau melakukan yang Allah katakana kepada beliau.
  4. Mengajarkan untuk displin. Yang mana setelah itu, Nabi Muhammad menunaikan shalat dengan tepat waktu.

Dan kita tahu betul bagaimana Gerakan sholat sangat menyehatkan tubuh manusia yang melakukannya. Kita juga mendapatkan pengajaran bahwa kita harus selalu bersih. Mengingat sewaktu sebelum sholat, kita diajarkan untuk berwodhu, mensucikan diri sebelum bertemu dengan Allah.

Sekian ulasan kali ini, semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4502218/pengertian-isra-miraj-dan-kisah-perjalanan-nabi-muhammad-saw-menembus-langit-ketujuh#:~:text=Isra%20merupakan%20perjalanan%20Nabi%20Muhammad,tujuh%20yang%20merupakan%20tempat%20tertinggi., https://acehkita.com/teladan-dari-kisah-isra-dan-miraj/,