Senin, September 20, 2021
BerandaBeritaInilah Penyebab Beberapa Wilayah DI Indonesia Terasa Dingin

Inilah Penyebab Beberapa Wilayah DI Indonesia Terasa Dingin

Akhir-akhir ini masyarakat mengaku merasakan udara sangat dingin di malam hari maupun pagi hari. Padahal di Indonesia sendiri saat ini sedang memasuki musim kemarau, maka dari itu mereka mengeluhkan apa yang sebenarnya terjadi. Berdasarkan penelitan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kals I Juanda. Mengatakan bahwa saat ini wilayah di Indonesia terutama Jawa Timur tengah mengalami fenomena Bediding.

“Fenomena Bediding merupakan kondisi dimana pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya. “ ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto, Rabu (7/7).

Apa Itu Fenomena Bediding?

Bediding sendiri adalah suatu fenomena alam dan sangat wajar terjadi pada musim kemarau. Fenomena ini rutin terjadi di beberapa wilayah Indonesia setiap bulan Juni hingga Agustus di setiap tahunnya. “Fenomena ini terjadi ketika tutupan lapisan awan sedikit pada malam hari, bahkan tidak ada sama sekali” lanjutnya.

Selain itu, fenomena bediding terjadi dikarenakan sedikitnya awan. Kemudian membuat suatu energi berasal dari gelombang panjang dan dipancarkan ke bumi dan langsung ke angkasa. Dan tidak terpantul kembali ke bumi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh pihak BMKG Kals I Juanda “maka energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkas tanpa ada yang dipantulkan kembali ke bumi. Sehingga suhu udara akan semakin dingin” ujarnya. Selain karena semakin menipisnya lapisan awan di langit, hal lain yang mempengaruhi suhu dingin adalah masuknya musim dingin yang terjadi di Australia.

“Lalu, sebab lainnya adalah posisi matahari yang saat ini berada di sisi utara khatulistiwa” lanjutnya.

Penyebab Suhu Dingin Terjadi

Fenomena bedidng merupakan suatu istilah yang digunakan oleh masyarakat Jawa. Untuk menamai fenomena dengan suhu udara yang dingin pada malam hari saat musim kemarau. Selain tu, Supari selaku Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menjelaskan bahwa kejadian fenomena tersebut dikenal dengan sebutan fenomena Bediding.

Kemudian saat memasuki musim kemarau, udara pada malam hari akan terasa sangat dingin. Hal tersebut dikarenakan bumi melepaskan sebagaian besar energi panas yang diserapnya pada siang hari.

“yang membedakan adalah, saat musim kemarau umumnya cuaca cerah, langit bersih dar awan” ujar Supari

“hal ini menyebabkan energi yang dilepaskan oleh bumi pada malam har dapat lepas ke atmosfer bebas, tanpa terhalang awan” lanjut Supari.

Sementara, proses pelepasan energi oleh bumi pada malam hari merupakan fenomena reguler yang terjadi setiap hari.  Hanya saja, apabila langit sedang banyak awan, energi yang dilepaskan akan terperangkap, dan akibatnya suhu permukaan bumi terasa lebih hangat atau tidak mengalami fenomena bediding.

Sampai Kapan Fenomena Bediding Akan Berlangsung?

Supari selaku Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMK. Menambahkan bahwa fenomena bediding akan terasa lebih dingin ketika pada puncak musim kemarau dan saat kondisi langit benar-benar cerah dalam waktu yang lama. Dimana ketika proses tersebut terjadi maka pembentukan awan sangat minim.

“Untuk puncak musim kemarau mungkin tidak spesifik jatuh pada tanggal, apalagi musim di Indonesia kan tidak seragam. Tapi secara umum September biasanya mengalami curah hujan paling rendah.” Ungkap Supari

Wilayah Yang Mengalami Fenomena Bediding

Adapun beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami fenomena bediding adalah sebagai berikut.  Supari memberitahukan bahwa fenomean ini tidak dialami oleh seluruh wilayah yang ada di Indoensia. Melainkan hanya terjadi di beberapa wilayah saja.

“Umumnya terjadi pada wilyah yang tipe hujannya monsunal. Yakni yang pola curah hujannya mengalami puncak di sekitar bulan Desember-Januari-Februari. Serta mengalami kondisi kering (hujan minimal) pada bulan Agustus-September-Oktober,” Ungkap Supari.

Jadi kesimpulannya, wilyah di Indonesia yang mengalami tipe hujan monsunal yakni pada wilayah bagian selatan. Seperti Lampung, Pulau Jawan, Sumatera Selatan, Pulau Bali, NTB, dan NTT. Lebih lanjutnya, Supari juga menjelaskan kalau ada juga spot-spot keci di Pulau Jawa yang memiliki pola hujan yang berbeda dengan yang lainnya. Namun, pada umumnya sebaran wilayah di Indonesia yang memliki tipe hujan monsunal seperti yang telah dijelaskan di atas.

Konfirmasi Pihak LAPAN

Fenomena suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia juga dikonfrimasi oleh pihak Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Seperti yang di ungkapkan oleh Andi Pangerang, selaku Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan. Menjelaskan bahwa Indonesia memasuki musim kemarau yang membuat suhu dingin saat pagi hari.

Menurut Andri Pangerang, kejadian suhu dingin akan berlangsung lama yakni sampai bulan Agustus 2021. Selanjutnya dingginya suhu di pagi hari saat musim kemarau disebabkan adanya tutupan awan yang sedikit. Dengan demikian, akan terjadi tidak adanya panas dari permukaan Bumi yang diserap dari cahaya Matahari, dan dilepaskan pada malam hari.

Mengingat, pada saat ini posisi Matahari berada di psisi Utara. Kemudian terjadi tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibandingkan dengan belahan Selatan yang mengalami musim dingin. Itulah pembahasan di artikel kali ini yang membahas mengapa belakangan ini udara saat malam hari atau pagi hari terasa dingin. Semoga bermanfaat.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

TERPOPULER