Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jabar Digelar di Ciamis

0
327
Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jabar Digelar di Ciamis
Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jabar Digelar di Astana Gede Kawali. Foto : Dokumentasi Humas Ciamis

Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jabar Digelar di Astana Gede Kawali. Foto : Dokumentasi Humas Kabupaten Ciamis

Ekspose.ID – Pemerintah Kabupaten / Pemkab Ciamis menggelar Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jawa Barat / Jabar, bertempat di kawasan Situs Astana Gede Kawali, Rabu (20/11/2019).

Festival yang digelar Pemkab Ciamis bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat / Disparbud Jabar ini merupakan upaya memperkenalkan aset budaya leluhur. Khususnya budaya leluhur yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Barat.  

Festival ini berlangsung meriah karena menghadirkan sejumlah gelaran kesenian tradisonal daerah. Salah satunya, Tarian Khas Ciamis, yakni Tari Kele. Tari Kele merupakan seni budaya tradisional adaptasi dari seni Tradisi Nyangku Panjalu.

Baca:  Program Gemas, Pemkab Ciamis Upayakan Dongkrak Angka RLS

Selain Tari Kele, Festival Rengkuh Galuh juga menampilkan gelaran Bebegig Sukamantri, Wayang Interaktif, Talkshow Budaya, serta Workshop Rengkuh.  

Nilai Budaya Rengkuh

Asisten Daerah / Asda II, Seketariat Daerah / Setda Kabupaten Ciamis, Toto Marwoto, mengungkapkan, dalam aspek kehidupan sehari-hari, Budaya Rengkuh memiliki nilai yang sangatlah tinggi.

Toto menjelaskan, rengkuh adalah perilaku atau budaya masyarakat. Masyarakat yang bertutur kata sopan. Saling menghargai dan menghormati, baik yang tua atau pun yang muda. Serta menjunjung tinggi adat perilaku yang baik. Sopan dan santun terhadap sesama manusia.

Menurut Toto, perilaku budaya rengkuh jangan sampai terkikis waktu. Oleh sebab itu, pihaknya menupayakan penguatan Budaya Rengkuh terhadap generasi muda. Tujuannya agar nanti perilaku tersebut diterapkan generasi muda penerus bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca:  Kesenian Genjring Ronyok Ciamis Tampil di Festival Rengkuh Galuh

Menjaga Identitas

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang / Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat / Disparbud Jabar, Febiyani, membenarkan, Festival Rengkuh Galuh yang digelar di Ciamis merupakan upaya menjaga identitas peradaban masyarakat Jabar.  

Febiyani menegaskan, Pemprov Jabar tidak ingin nilai budaya, perilaku sekaligus identitas peradaban tersebut lekang dan hilang ditelan waktu. Untuk itu, pihaknya berharap generasi muda Jawa Barat harus menerapkan perilaku atau budaya rengkuh dalam kehidupan sehari-hari.

Diakui Febiyani, Festival Rengkuh Galuh Riksa Budaya Jabar merupakan platform gerakan kebudayaan. Menurut dia, Disparbud Pemprov Jabar memiliki agenda besar untuk menguatkan nilai budaya sunda, sekaligus melestarikan kesenian dan menarik minat wisatawan. ***

Baca:  IPSJ Rancah Ciamis Kembali Gelar Kegiatan Baksos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here