Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaFakta dari Supersemar, Surat Sakti Sarat Teka-Teki

Fakta dari Supersemar, Surat Sakti Sarat Teka-Teki

11 Maret 2021 nanti akan menjadi tahun ke-55 sejak dikeluarkannya surat perintah yang kemudian dikenal dengan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) sesuai tanggal dimana surat tersebut diterbitkan.

Surat ini bisa dibilang merupakan surat yang memiliki kekuatan sakti mandraguna, karena keberadaannya peta kekuasaan politik Indonesia berubah.

55 tahun sejak surat ini dikeluarkan, masih saja ada ketidaksepakatan tentang kebenarannya, selalu ada kontroversi dan berbagai teka-teki yang selalu dihadirkan.

Bagaimanapun keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) adalah salah satu perisitwa penting dalam sejarah bangsa ini. Lalu apa saja yang kamu ketahui mengenai Supersemar?

Selain fakta bahwa surat ini keluarkan tanggal 11 Maret? Nah ditulisan kali ini, kita akan mengupas beberapa fakta dari Surat Perintah Sebelas Maret dan berbagai peristiwa yang mengiringinya. Penasaran? Yuk langsung kita baca.

Supersemar awalnya ditujukan untuk meredam gejolak dalam masyarakat

Supersemar lahir pada tahun 1966, tentunya ia bukan sepucuk surat biasa berisi kata yang berbaris rapih dalam selembar kertas. Surat ini berisi seperangkat perintah buntut dari ketidakstabilan negara yang berkepanjangan.

Pada tahun 1960-an kondisi Indonesia memang sedang tidak dalam keadaan baik. Saat itu Presiden Soekarno menggaungkan semangat anti neo-kolonialisme dan neo-imperialisme. Perlahan Presiden Soekarno kehilangan dukungan dari luar negeri.

Diujung September sebuah Gerakan yang lalu disebut dengan gerakan G30S/PKI yang seolah menjadi puncak dari semua ketidakstabilan yang dialami Negara.

Presiden Soekarno perlahan mulai kehilangan kharismanya dimata rakyat Indonesia karena merebaknya sentiment anti-PKI, persaingan politik sengit antara Presiden Soekarno dan kelompok TNI Angkatan Darat dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto ditambah dengan melonjaknya berbagai harga kebutuhan membuat masyarakat melakukan serangkaian aksi massa hingga terlahirlah Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) isinya antara lain tuntutan rakyat untuk membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya, perombakan Kabinet Dwikora dan penurunan harga pangan.

Meski enggan, Presiden Soekarno akhirnya menyerahkan mandate kekuasaan kepada Presiden Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai Pangllima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban atau PANGKOPKAMTIB melalui sepucuk surat perintah yang ia tandatangani pada 11 Maret 1966. Tujuan utama surat ini adalah mengamankan situasi yang terjadi saat itu.

Tidak pernah ada yang tahu dimana Supersemar yang asli berada

Hingga kini, belum ada yang mengetahui dengan pasti dimana Supersemar yang asli berada. Lho, terus yang sekarang ada di Arip Nasional Republik Indonesia (ANRI) itu apa dong? Itu adalah Supersemar dengan versi yang berbeda. Yup, terdapat beberapa versi dari Supersemar, yaitu versi Akademi Kebangsaaan, versi Pusat Penerangan (PUSPEN) TNI AD, serta dua versi dari Sekertaris Negara. Akan tetapi, tak satupun dari ketiga versi tersebut merupakan Supersemar asli. Hal serupa juga dikemukakan oleh Kepala ANRI, yang menuturkan bahwa tidak ada naskah asli setelah dilakukan pemeriksaan forensic Mabes Polri. Arsip Nasional Republik Indonesia telah melakukan banyak hal untuk mendapatkan Supersemar yang asli. Termasuk usahanya untuk meminta kepada saksi hidup terakhir Jenderal (Purn) M. Jusuf. Hasilnya nihil.

Fakta unik lain terkait Supersemar yang asli adalah, pernah ada sayembara yang diselenggarakan oleh Sejarawan dari LIPI pada tahun 2019. Barang siapa yang dapat menemukan supersemar yang asli akan diberikan hadiah 1 M. Banyak pihak yang berasumsi tentang Supersemar yang asli, mulai dari disimpan diluar negeri hingga dibakar habis. Yah, semuanya hanya asumsi.

Supersemar, surat perintah atau surat sakti?

Sesuai namanya, Supersemar adalah surat perintah bukan surat pemindahan kekuasaan. Perintah untuk segera melakukan berbagai tindakan yang dianggap perlu untuk mengamankan kondisi negara yang saat itu sedang rentan untuk kemudian mengembalikan kekuasaan kepada Presiden Soekarno ketika tugas sudah dituntaskan Hal ini juga yang ditegaskan langsung oleh Presiden Soekarno melalui pidatonya pada hari kemerdekaan Indonesia tahun 1966 dan mengeluarkan surat untuk menganulir Supersemar pada tanggal 13 Maret 1966. Sayang seribu sayang, baik Supersemar maupun surat tanggal 13 maret ini tidak pernah diketahui lagi keberlanjutan dan keberadaannya.

Tapi kalau dipikirkan, kenapa dengan Supersemar Presiden Soeharto mampu mengambil alih kepemimpinan? Jawabannya adalah belum ada. Karena Supersemar yang asli tidak ada, maka kita tidak akan pernah mengetahui jawaban yang pasti mengenai hal ini.  Sayang sekali, bahkan setengah abad lebih sejak surat ini dikeluarkan, tidak ada yang mengetahui dimana versi asli berada. Yang artinya apa? Artinya kita akan terjebak dalam sebuah peristiwa sejarah yang belum jelas kebenarannya. Kita tidak pernah tahu apakah supersemar memang dijadikan sebagai legitimasi untuk merebut kursi kekuasaan atau memang ditujukan untuk menjaga ketertiban negara.

Satu hal yang pasti bahwa Presiden Soeharto saat itu mendapatkan otoritas dan momentum tepat yang sangat mendukungnya. Presiden Soeharto mengambil langkah strategis dengan membubarkan PKI,  beliau juga menahan 15 menteri yang diduga terkati dalam G30S/PKI.

Sambil menyelam minum air, dalam usahanya mengembalikan ketertiban, Presiden Soeharto muncul sebagai sosok pemimpin yang dianggap mampu meredam gejolak masaa dan memenuhi tuntutan rakyat sekaligus sedikit demi sedikit melucuti kekuatan politik Presiden Soekarno. Kekuatan politik ini semakin lama semakin melemah, terlebih saat sebuah Langkah pengukuhan Supersemar menjadi ketetapan MPRS yang dilakukan oleh Presiden Soeharto.  Presiden Soeharto saat itu juga mampu menghimpun berbagai dukungan dalam negeri dan diluar negeri.

Tiga nama dibalik sepucuk surat sakti mandraguna

Ada tiga nama besar yang membidani lahirnya Supersemar. Tiga nama ini yang menemui Presiden Soekarno langsung. Keempatnya terlibat dalam sebuah proses negosiasi. Meyakinkan sang Presiden untuk Jendral Soeharto mampu mengatasi kekacauan yang terjadi jika Presiden Soekarno memberikan mandate kepada Sang Jenderal. Nama-nama tersebut adalah Brigjen M. Yusuf (Menteri Perindustrian), Brigjen Basuki Rahmat (Menteri Veteran), serta Pangdam V Jaya Brigjen Amirmachmud. Presiden Soeharto yang saat itu masih menjadi Jenderal memberikan petunjuk lisan secara langsung kepada 3 Jenderal ini untuk segera menghadap kepada Presiden Soekarno. Kenapa harus 3 jenderal ini yang ditunjuk untuk menghadap? Karena ketiganya diyakini memiliki kedekatan dengan Presiden dan dianggap mampu meyakinkan Presiden.

Apakah 3 jenderal ini berhasil, sehinggga lahir supersemar? Menurut Asvi Warman Adam, seorang peneliti senior LIPI yang dikutip dari republika.co.id melalui artikel Amarah Soekarno diatas Supersemar,  Supersemar tersebut tidak diberikan secara sukarela, tetapi ada tekanan luar biasa terhadap Soekarno.

Satu tahun setelah surat dikeluarkan

Berbagai Langkah yang diambil Presiden Soeharto saat itu nyatanya mampu memuluskan jalannya untuk menjadi presiden Indonesia ke-2 melengserkan Sang Putra Fajar. Meninggalkannya diusia senja dalam sebuah keadaan terisolasi secara politik.

Surat perintahnya menjadi boomerang yang berbalik menyerangnya. Gelar presiden seumur hidup yang ia sematkan dicabut dengan paksa. Nawakarsa yang merupakan pidato pertanggungjawabannya sekaligus senjata dan pertahanan terakhirnya ditolak. Putra kebangsaan Indonesia berubah menjadi tahanan politik dimasa pemerintahan orde hingga akhir nafasnya. Sendirian dengan dugaan keteribatan dalam peristiwa G30S/PKI.

Nah kawan-kawan itulah fakta mengenai supersemar yang hingga kini masih penuh dengan teka-teki. Hingga saat ini tidak ada yang mengetahui dengan pasti apa yang tertulis dalam supersemar yang asli, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto dan ketiga jendral yang mengetahui kebenarannya. Sayangnya mereka membawa kebenaran itu sampai akhir hayatnya. Selamat mengenang 55 tahun Supersemar dan selamat malam!

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER