Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaDeepfake, Teknologi Mutahir yang Membahayakan

Deepfake, Teknologi Mutahir yang Membahayakan

Ekspose.ID – Deepfake, Teknologi Mutahir yang Membahayakan. Pertumbuhan teknologi lumayan pesat dalam 20 tahun terakhir. Banyak teknologi keren dengan bermacam kelebihan. Salah satunya metode memakai kecerdasan buatan yang sanggup mengganti wajah seorang dalam video. Keunggulannya lumayan menjadi favorit serta penggunaannya oleh pemroduksi film untuk editing. Sayangnya, tidak sedikit yang memakai metode ini buat melaksanakan aksi merugikan orang lain. Nah, buat lebih perinci seputar teknologi deepfake, berikut ulasannya.

Apa itu Teknologi Deepfake?

Teknologi yang lumayan lama meresahkan ini merupakan metode buat sintesis citra manusia memakai kecerdasan buatan. Penggunaan Deepfake ini biasa buat mencampurkan foto ataupun video dengan tata cara tertentu sehingga terlihat nampak nyata. Secara garis besar, deepfake dapat untuk manipulasi foto ataupun video yang bisa jadi lebih menarik buat kamu lihat.

Asal Mula Deepfake

Literasi awal deepfake timbul dalam suatu video porno. Dalam video tersebut, menunjukkan wajah selebriti sementara itu aslinya bukan selebriti itu. Sedari dini, Deepfake mempunyai citra kurang baik, sehingga tidak sedikit yang memakai buat sindiran sampai perlengkapan propaganda politik.

Pembuatan video dengan deepfake di dalamnya sesungguhnya sangat gampang mengingat aplikasi yang telah menjamur. 2 aplikasi populer serta dapat di download dengan free ialah Fakeapp serta DeepFaceLab. Buat hasil kesimpulannya, pasti saja bergantung proses pembuatan. Untuk membuatnya nampak meyakinkan, perlu waktu serta upaya optimal.

Seluruh orang bisa jadi dapat gampang memakai, terlebih yang telah terbiasa mengenakan perlengkapan editing semacam Snapchat, Instagram, serta Facetune. Terlebih tujuannya tidak jauh beda, ialah menghasilkan foto unik yang membuat siapapun mempercayai hasil foto editan tersebut.

Cara Kerja Deepfake

Sistem pada deepfake bekerja dengan memakai metode pendidikan mesin yang biasa dengan Generative Adversarial Network( GAN). GAN dalam deepfake terdiri dari 2 jaringan saraf, ialah Generator serta Diskriminator.

Generator berperan buat menghasilkan foto yang terlihat nyata, sebaliknya diskriminator untuk mengetahui apakah foto tersebut terlihat nyata maupun tidak. Generator serta diskriminator akan bekerja beriringan buat menghasilkan sesuatu manipulasi yang terlihat nyata serta semacam yang diharapkan.

Contoh Pemakaian Deepfake

Salah satu contoh pemakaian teknologi ini bisa kamu amati di film Terminator 2. Di mana aktor Sylvester Stallone jadi Arnold Schwarzenegger. Terdapat pula di media sosial Instagram. Seseorang influencer dari AI serta diketahui selaku Lil Miquela. Di kala ini pengikutnya menggapai 1, 5 juta. Miquela tidak memalsukan wajah, tetapi kepribadian yang dibangun oleh pc.

Bahaya Pemakaian Teknologi Deepfake

Tujuan dini pemakaian Deepfake buat hiburan di Televisi ataupun media sosial. Bersamaan berjalannya waktu, saat ini teknologi tersebut di gunakan selaku perlengkapan buat menyesatkan orang serta menyebarkan data palsu. Deepfake mempunyai kemampuan buat menggerogoti keyakinan warga. Terlebih yang berhubungan dengan orang besar serta ternama. Tidak cuma soal video palsu, reputasi seorang pula bisa rusak dengan gampang dengan teknologi ini.

Sebagian permasalahan yang ramai mulai ada perbincangan yaitu merupakan video pendek Barack Obama selaku mantan presiden AS. Video awal kali tersebar di platform sosial media Reddit, di mana seseorang user membagikannya. Dalam video tersebut, Obama nampak nyata membagikan pidato serta menjanjikan suatu kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Gerak bibir, intonasi serta suara terdengar asli.

Realitasnya, Obama tidak sempat mengucapkan kalimat tersebut. Tidak hanya kepala wilayah, artis ternama pula sempat tersandung permasalahan semacam ini. Wajah mereka digabungkan dalam suatu video porno sehingga menghebohkan dunia.

Selaku pengguna internet yang baik, pasti saja kamu perlu hati- hati dalam memilih konten. Sehabis itu, usahakan untuk tidak langsung yakin, apabila perlu cari kebenarannya. Tidak hanya tidak gampang yakin, baru- baru ini terdapat metode supaya dapat mengidentifikasi suatu video telah digabungkan dengan Deepfake. Industri fitur lunak Adobe yang bekerja sama dengan periset University of California Berkeley.

Adobe melatih suatu AI buat mengidentifikasi manipulasi wajah mulai dari pergantian warna wajah, pencahayaan yang tidak pas sampai suara serta video tidak sinkron.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER