Biografi Habib Hasan Mulachela, Dermawan Berpeci Putih

0
574

Profil Habib Hasan Mulachela sempat menjadi viral ketika lantaran aksi sosialnya.

Habib Mulachela bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan berikan bantuan 300 botol lebih minuman probiotik.

Habib Hasan Mulachela rela keluar uang pribadi senilai ratusan juta rupiah untuk membeli sembako dan bagikan uang.

Kemudian bagikan secara gratis di wilayah Indonesia termasuk Jatim.

Menariknya, pria yang sudah lanjut usia ini masih terlihat segar dan energik seakan tidak mau kalah dengan kaum muda saat ini.

Mulai dari gaya lifestyle, kesehatan, dan lainnya.

Habib mampu mengemudi mobil sport yaitu, Honda CR-Z Hybrid warna kuning saat menempuh Surabaya dari Solo tanpa bantuan orang lain.

Habib Hasan lebih suka melakukan sendiri saat menjalankan misi kemanusian di bebarapa wilayah Jatim saat itu.

Latar Belakang Habib Hasan Mulachela

Habib Hasan Mulachela termasuk sosok yang terkenal di Kota Solo, baik di kalangan wong cilik maupun kalangan lintas agama.

Habib Hasan Mulachela lahir di Kota Solo, pada tanggal 7 Juli 1957.

Selain sebagai tokoh agama, Habib Hasan juga memiliki sejumlah usaha di Kota Solo.

Namun, terlepas dari kiprahnya sebagai pengusaha, salah satu yang paling ikonik adalah aksinya saat mengeluarkan uang pribadi ratusan juta rupiah untuk membeli sembako dan membagikan uang untuk warga miskin.

Riwayat Hidup Habib Hasan Mulachela

Semasa hidupnya, Habib Hasan Mulachela dikenal selalu energik dan tidak mau kalah dari anak muda.

Betapa nyentriknya Habib Hasan Mulachela juga terlihat dari selera musiknya.

Meskipun berpenampilan Islami, namun Habib yang satu ini justru sangat menyukai musik reggae Bob Marley.

Bagi Habib Hasan, musik Bob Marley tidak sekadar asal bunyi saja, melainkan juga bisa meningkatkan kadar keimanannya.

Berikut profil dan biodaranya:

Pengusaha kaya

Selain tokoh agama, Habib Hasan juga memiliki sejumlah usaha di Kota Bengawan.

Di antaranya usaha catering dan memiliki kafe yang cukup terkenal di Solo.

Habin Hasan meninggalkan 7 anak dan banyak cucu.

“Ini belum ada tiga minggu setelah kakak kandungnya meninggal dunia,” tutur Syaifullah, adik ipar Habib Hasan.

Pihak keluarga yang di Kota Solo masih menunggu kedatangan jenazah Habih Hasan.

Sejumlah persiapan, mulai penataan kursi di rumah duka sudah dilakukan dengan pengaturan jarak.

Pemasangan bendera berkabung lakukan pada tiang listrik depan rumah.

Syaifullah mengatakan pihak belum tahu apakah nanti akan menempuh jalur darat atau udara.

Keluarga masih mastikan ketersediaan tiket pesawat terlebih dahulu.

Kerab bersedekah untuk warga miskin

Terlepas dari kiprahnya sebagai pengusaha, salah satu yang paling ikonik adalah aksinya mengeluarkan uang kocek pribadi ratusan juta rupiah untuk membeli sembako dan membagikan uang untuk warga miskin.

Tampil nyentrik

Semasa hidup, Habib Hasan dikenal selalu energik dan tak mau kalah dari anak muda.

Saat bagi-bagi sembako, Habib Hasan kerap mengemudikan sendiri mobil kesayangannya Honda CR-Z Hybrid warna kuning.

Di bagasi mobilnya itu, ia menyimpan sembako untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Betapa nyentriknya Habib Hasan juga terlihat dari selera musiknya.

Meski penampilan Islami, namun habib satu ini jusru sangat menyukai musik reggae Bob Marley.

Bagi Habib Hasan, musik Bob Marley tak sekadar asal bunyi saja, melainkan juga bisa meningkatkan kadar keimanannya.

Habib Hasan Mulachela Tutup Usia

Habib Hasan Mulachela yang dikenal dermawan itu telah meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (12/3/2021) pagi.

Kabar tersebut telah beberkan oleh putri Habib Hasan, yaitu Kareema.

Namun soal penyebab meninggal Habib Hasan Mulachela belum ketahui.

Habib Hasan bawa ke rumah duka Jumat siang dari Jakarta ke kediamannya di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.

Dua hari sebelum berpulang, ternyata Habib Hasan Mulachela masih beraktivitas di Surabaya.

Habib Hasan ketahui beraktivitas di Pasar Turi Surabaya pada hari Rabu (3/3/2021).

Saat itu Habib datang bersama Anggota Watimpres RI (Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia), Muhammad Mardion untuk menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Turi.