Selasa, September 28, 2021
BerandaBeritaBerwisata Sambil Belajar Sejarah Di Museum Ranggawarsita Semarang

Berwisata Sambil Belajar Sejarah Di Museum Ranggawarsita Semarang

Berwisata Sambil Belajar di Museum Ranggawarsita
Foto : moeslimlifestyle.com

Ekspose.ID Berwisata sambil belajar sejarah di Museum Ranggawarsita Semarang, Jawa Tengah lebih bermanfaat dan seru ketika melakukannya bersama keluarga atau teman.

Saat berkunjung ke Kota Semarang, wisatawan harus mengelilingi sudut kota untuk menikmati keindahan yang tersaji dalam kota.

Kota Semarang memiliki beraneka ragam tempat wisata yang indah dan sangat menarik. Sehingga sangat disayang kalau melewatkan pesona dari Kota Semarang.

Selain itu Kota Semarang memiliki julukan lain sebagai Kota Atlas. Apa sih kepanjangan dari Atlas sebagai julukan Semarang?

Atlas itu sama dengan Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan juga sehat. Meskipun Kota Besar, keasrian di Semarang selalu terjaga dengan baik hingga saat ini.

Sejak Muhammad Ismail masih menjabat sebagai Gubernur Jawa tengah, julukan Kota Atlas sudah digencarkan dan terkenal hingga sekarang.

Hal tersebut pula yang menghapuskan pemikiran masyarakat akan hirup pikuk kota yang panas dan gersang, karena tidak dengan Semarang yang asri.

Selain wisata alam, wisata sejarah pun juga disediakan di Kota ini. Karena pentingnya ilmu bagi anak bangsa dan masyarakat juga harus mengetahui sejarah dari Kota Semarang.

Maka kota ini juga membangun beberapa museum yang menyimpan beraneka ragam peninggalan bersejarah, salah satunya Museum Ranggawarsita.

Berkunjung Ke Museum Bersejarah

Berwisata sambil belajar sejarah di Museum Ranggawarsita Semarang memiliki sejarah yang dapat menambah ilmu pengetahuan.

Saat berkunjung ke museum tidak akan lengkap jika belum mengetahui sejarah berdirinya.

Museum Ranggawarsita Semarang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1, Kalibanteng, Semarang Barat. Letak Museum berjarak sekitar 3 kilometer dari Tugu Muda.

Penamaan museum mengambil dari nama salah seorang pujangga terkenal di Indonesia yang bernama Ranggawarsita.

Ranggawarsita merupakan pujangga yang menghasilkan karya dalam bidang kebudayaan dan filsafat. Dan karya-karya sang pujangga sangat terkenal sehingga menginspirasi pendirian museum.

Museum ini mulai dibangun pada tahun 1975, semula gedung ini digunakan sebagai gedung untuk pengelolaan atau penyimpanan berbagai benda peninggalan sejarah yang ditemukan di daerah Jawa seperti fosil.

Peresmian dan pembukaan museum secara resmi pada tangga 5 Juli 1989 oleh Prof. DR Fuad Hasan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Segala bentuk cerita dan benda pada zaman purbakala di Jawa Tengah tersimpan lengkap di dalam museum.

Sehingga masyarakat mulai dari orang tua hingga anak-anak dapat melihat dan mengetahui dari berbagai cerita serta benda peninggalan zaman dulu yang tersimpan.

Berwisata Dan Belajar Visi Misi Museum

Pendirian Museum Ranggawarsita di Semarang, Jawa Tengah tidak hanya sebagai gedung penyimpanan atau pengelolaan benda purbakala.

Pemerintah daerah Semarang memiliki visi dan misi dalam membangun museum ini agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Visi dari pembangunan museum adalah “Bangga Peduli Budaya”, yang mengandung makna bahwa menyimpan dan merawat budaya menjadi suatu kebanggaan atau apresiasi terhadap budaya sendiri.

Sedang misi dari pembangunan Museum Ranggawarsita sendiri ada 2 yaitu, “Untuk meningkatkan kepedulian dan juga meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya”.

Misi yang disematkan pada museum ini memiliki makna dengan mendirikan Museum Ronggowarsito berguna untuk memperlihatkan kepada masyarakat tentang beraneka ragam budaya yang kita miliki.

Dan kekayaan budaya yang banyak tersebut menyentuh hati masyarakat agar bisa menjaga dan merawatnya.

Museum Ranggawarsita termasuk museum yang memiliki koleksi barang bersejarah paling lengkap di Jawa Tengah.

Oleh karena itu banyak wisatawan yang datang, bahkan sekolah-sekolah baik di Semarang ataupun di luar Semarang sering mengadakan study tour ke museum ini.

Bangunan Gedung Dan Koleksi Yang Menarik Pengunjung

Berwisata sambil belajar sejarah di Museum Ranggawarsita Semarang yang memiliki berbagai macam koleksi sejarah, kebudayaan, wawasan nusantara, arkeologi, alam, dan era pembangunan.

Sebagai aset publik yang lengkap dan harus dilestarikan, museum ini sangat menarik kepedulian masyarakat untuk turut menjaga dan merawatnya.

Bangunan Museum Ranggawarsita menempati tanah seluas 1,8 hektare dengan menyimpan sebanyak 59.802 koleksi yang terbagi menjadi 10 jenis.

Koleksi museum yang sangat banyak terbagi menjadi 10 jenis, yaitu biologi, filologi, geologi, teknologika, arkeologi, kramologika, historika, seni rupa, ethnografika, dan juga heraldika.

Sehingga selain sebagai tempat pelestarian, museum ini juga sangat cocok sebagai obyek pendidikan dan wisata.

Tidak heran kalau wisatawan mancanegara juga banyak yang berwisata ke museum.
Museum Ranggawarsita terdiri dari 4 gedung, antara lain :

Gedung A

Gedung A terdiri dari 2 lantai, di masing-masing lantai menyimpan koleksi yang berbeda jenis. Lantai 1 menyimpan koleksi dalam bidang geografi dan geologi.

Di lantai 1 ini terdapat batu meteorit yang ditemukan pada tahun 1984. Penemuan batu ini ada di daerah Mojogedang, Karanganyar.

Biasanya batu meteorit menjadi campuran dari pamor keris. Di lantai 1 ini juga terdapat berbagai jenis batu lainnya yang ada di bumi selain itu juga terdapat tulisan mengenai pembagian zaman yang pernah ada di bumi, koleksi mineral, stalagtit, dan juga stalagmit

Sedangkan di lantai 2 menyediakan koleksi zaman purba (Paleontologi), mulai dari koleksi manusia dan hewan zaman kuno termasuk tulang serta bagian tubuhnya.

Selain itu juga ada koleksi binatang langka seperti, burung rajawali, kancil, babi hutan dan bajing peluncur dengan mengawetkannya, bebatuan, dan fosil kayu kuno.

Gedung B

Pada bagian gedung B museum berisi koleksi kerajinan hasil dari peradaban Hindu Budha dan juga peninggalan budaya kuno.

Berwisata dan belajar sejarah di Museum Ranggawarsita Semarang tentang peradaban Hindu Budha seperti, candi di Jawa Tengah, patung dewa, arca, cermin perunggu, kenthongan, kendhi, lingga dan yoni.

Selain itu juga ada miniatur Menara masjid Kudus, masjid Agung Demak, Mustaka masjid Mayong Jepara, ornamen masjid Mantingan Jepara, fragmen seni hias, replika kaligrafi, tulisan tangan salinan Alquran, dan juga ada cerobong sumur dari Lasem

Untuk lantai 2 menyajikan koleksi batik dan keramik. Dalam bidang batik memajang berbagai motif batik yang berasal dari Banyumas, Pekalongan, Lasem, dan Surakarta.

Dan ada juga pajangan berbagai jenis dan model keramik yang berasal dari produk lokal maupun yang berasal dari Eropa dan China. Terdapat juga hasil kerajinan gerabah berupa model patung atau diorama.

Gedung C

Lantai 1 dari gedung C berisi koleksi benda-benda dan diorama perjuangan Bangsa Indonesia serta sejarah perjuangan bersenjata dalam merebut kemerdakaan Indonesia.

Selain itu juga menampilkan diorama pertempuran yang pernah terjadi di Jawa Tengah dan Yogyakarta seperti, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Pemberontakan G30SPKI, dan lainnya.

Lantai 2 memajang koleksi berbagai teknologi industri dan kerajinan tradisional, salah satunya kerajinan rumah.

Gedung D

Pada gedung D, memamerkan koleksi dalam bidang era pembangunan, tradisi Nusantara, heraldik, hibah, ruang intisari dan numismatik. Sedangkan lantai 2 sebagai ruang koleksi kesenian.

Berwisata dan belajar sejarah di Museum Ranggawarsita Semarang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER